Yurianto: Banyaknya kasus baru karena tracing agresif dan tes masif

Yurianto: Banyaknya kasus baru karena tracing agresif dan tes masif

Jakarta (ANTARA) – Peningkatan urusan positif baru COVID-19 terjadi karena pelacakan (tracing) kontak agresif serta tes masif yang dilakukan oleh pemerintah daerah, kata Juru Cakap Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto.

“Banyaknya kasus mutakhir yang kita temukan disebabkan karena tracing yang semakin agresif dengan dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan kawasan, disertai testing yang masif dibanding tracing yang kita dapatkan, ” kata Yurianto dalam konferensi pers Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di Graha BNPB, Jakarta dalam Jumat.

Baca juga: Jubir: Positif COVID-19 bertambah 1. 293, sembuh merayap 1. 006

Semua kasus positif itu adalah hasil dari pemeriksaan memasang real time PCR dan Tes Cepat Molekuler (TCM), bukan sebab tes cepat (rapid test) dengan hanya akan digunakan sebagai tuntunan untuk tracing.

Pemeriksaan PCR dan TCM sendiri dilakukan untuk melakukan intervensi bagi kesehatan tubuh masyarakat dan bukan untuk aturan layanan klinis di rumah melempem. Hal itu karena, menurut Yuri, terdapat pasien positif tanpa gejala yang cukup menjalankan isolasi sendiri.

Keberadaan pasien minus gejala yang melakukan isolasi mandiri berakibat tempat tidur untuk penderita COVID-19 tidak terpakai seluruhnya. Di data terbaru Gugus Tugas, Bed Occupancy Ratio (BOR) atau bagian penggunaan tempat tidur pasien COVID-19 hanya 55, 5 persen.

Pasien yang dirawat pula tidak seluruhnya memiliki gejala mengandung, tapi yang bergejala sedang atau membutuhkan pengawasan khusus karena sudah memiliki kondisi medis lain sebelumnya.

Selain penambahan kejadian baru, Yurianto juga mengatakan bahwa beberapa provinsi telah memiliki tingkat kesembuhan di atas 70 komisi, dengan persentase nasional kesembuhan beruang di kisaran 42 persen.

“Angka ini pasti mau naik karena proses sembuh memerlukan waktu, ” tegas dia.

Sampai dengan Jumat (3/7) pukul 12. 00 WIB, Nusantara mencatat total 60. 695 kejadian positif COVID-19 dengan 27. 568 orang dinyatakan sembuh dan 3. 036 meninggal dunia.

Baca juga: Pasien sembuh dari COVID-19 bertambah satu. 072 jadi 26. 667 orang
Baca juga: Angka kesembuhan nasional COVID-19 capai 43, dua persen
Baca juga: Jubir: Positif COVID-19 bertambah 1. 385 orang, sembuh 789 orang

Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © JARANG 2020