Wall Street naik didukung pemulihan ekonomi

Wall Street naik didukung pemulihan ekonomi

New York (ANTARA) semrawut Wall Street membukukan keuntungan moderat pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), karena tanda-tanda pemulihan ekonomi AS membantu mengimbangi kebingungan sosial yang semakin keras dalam tengah pandemi yang sedang berlaku dan meningkatnya ketegangan AS-China.

Ketiga indeks saham utama memulai bulan ini dengan kenaikan invalid dari satu persen di pusat reli Mei yang kuat, karena para investor mempertimbangkan kemungkinan menormalkan kegiatan ekonomi.

Indeks Dow Jones Industrial Average terbang 91, 91 poin atau 0, 36 persen, menjadi berakhir di 25. 475, 02 poin. Indeks S& P 500 meningkat 11, 42 poin atau 0, 38 persen, menjadi ditutup pada 3. 055, 73 poin. Indeks Komposit Nasdaq berakhir naik 62, 18 poin atau 0, 66 komisi, menjadi 9. 552, 05 poin.

Langkah pada Senin (1/6/2020), mengikuti bulan solid di Wall Street, yang melihat Dow naik 4, 3 persen, S& P 500 naik 4, 5 persen, dan Nasdaq yang penuh teknologi menandai pengembalian 6, 8 persen untuk Mei.

Dari 11 sektor utama pada S& P 500, semuanya melainkan layanan kesehatan mengakhiri sesi pada wilayah positif.

Majikan pasar Facebook Inc, Apple Inc dan Amazon. com memberikan dorongan terbesar ke S& P 500 dan Nasdaq, sementara Boeing Co memberi Dow dorongan terbesar.

Ke 50 negara bagian AS telah mengurangi pembatasan terkait COVID-19 ke berbagai tingkat, meskipun ada kekhawatiran akan percepatan balik dalam kasus virus.

Keuntungan pasar agak tertutup kala protes dengan kekerasan bergema pada seluruh negeri setelah kematian Afrika-Amerika George Floyd, memicu kekhawatiran mengenai berkurangnya pemulihan ekonomi.

“Tentu saja laju pemulihan pasar saham tidak dapat berlanjut di dalam kecepatan yang telah terjadi, ” kata Paul Nolte, manajer portofolio di Kingsview Asset Management di Chicago. “Saya terpana dengan kinerja pasar yang bagus. ”

Gedung Putih menyerukan “hukum dan ketertiban” setelah enam suangi demonstrasi meluas dan kekerasan yang dipicu oleh kematian George Floyd di tangan polisi, bahkan masa negara itu terhuyung-huyung dari pengaruh ekonomi akibat kuncian terkait pandemi.

“Kebanyakan investor mengucapkan (protes) tidak akan menghancurkan ekonomi, ” tambah Nolte. “Ini adalah penghalang jalan tetapi tidak sejumlah pandemi. ”

Keonaran telah mendorong peritel seperti Target Corp dan Walmart Inc untuk menutup sebagian toko mereka, tengah Amazon. com telah mengurangi transmisi.

Lebih lanjut menyengsarakan sentimen, China memerintahkan perusahaan-perusahaan milik negara untuk menghentikan pembelian kedelai dan daging babi AS, sebagai balasan atas pengumuman Presiden Donald Trump bahwa ia akan mengakhiri perlakuan khusus untuk Hong Kong setelah langkah China memperketat langkah-langkah keamanan di wilayah tersebut.

Tetapi data ekonomi membakar sentimen investor, dengan indeks eksekutif pembelian (PMI) manufaktur dari Institute Supply Management (ISM) menunjukkan pengurangan aktivitas pabrik melambat.

Gambaran yang lebih lengkap tentang kerusakan ekonomi yang ditimbulkan oleh penguncian pandemi terkait diperkirakan terjadi pada Jumat, ketika laporan pekerjaan Departemen Tenaga Kerja diperkirakan menunjukkan pengangguran melonjak menjadi 19, 7 persen.

Baca juga: Wall Street ditutup bervariasi di tengah sejumlah petunjuk ekonomi terbaru
Baca selalu: Saham Wall Street dibuka lepas di tengah data baru ekonomi AS
Baca juga: Wall Street jatuh karena aksi tangkap untung di tengah data kusam

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © JARANG 2020