Wall Street jatuh karena aksi tangkap untung di tengah data suram

Wall Street jatuh karena aksi tangkap untung di tengah data suram

investor merealisasikan keuntungan itu setelah kenaikan tajam dua hari berturut-turut

New York (ANTARA) – Saham-saham di Wall Street lebih rendah pada akhir perniagaan Kamis (Jumat pagi WIB), sebab para investor merealisasikan keuntungan mereka setelah kenaikan tajam dua keadaan berturut-turut di tengah data ekonomi terbaru Amerika Serikat yang suram.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 147, 63 pokok atau 0, 58 persen, menjadi ditutup di 25. 400, 64 poin. Indeks S& P 500 berkurang 6, 4 poin ataupun 0, 21 persen, menjadi berakhir di 3. 029, 73 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup mendarat 43, 37 poin atau 0, 46 persen, menjadi 9. 366, 99 poin.

Enam dari 11 sektor utama S& P 500 ditutup lebih sedikit, dengan sektor energi turun 2, 91 persen, menjadi kelompok dengan kinerja terburuk. Sementara itu, sektor utilitas menguat 3, 04 upah, mengungguli sektor-sektor lainnya.

Pasar ekuitas tertekan setelah bahan yang dirilis pada Kamis (28/5) oleh Departemen Tenaga Kerja GANDAR menunjukkan 2, 123 juta orang Amerika mengajukan tunjangan pengangguran pasar lalu karena pandemi COVID-19 terus melumpuhkan perekonomian. Level minggu sebelumnya direvisi lebih tinggi menjadi dua, 446 juta.

Selama 10 minggu terakhir, lebih lantaran 40 juta orang Amerika telah mengajukan asuransi pengangguran.

Aktivitas ekonomi Amerika Serikat di dalam kuartal pertama juga mengalami kontraksi pada tingkat tahunan lima komisi dalam estimasi kedua, 0, dua poin persentase lebih rendah sebab perkiraan sebelumnya, Departemen Perdagangan AS melaporkan Kamis (28/5).

Baca juga: Wall Street melambung lagi, Indeks Dow Jones melonjak di atas 550 poin

Baca juga: Wall Street dibuka melonjak, ikuti kenaikan tajam minggu sebelumnya
 

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Satyagraha
COPYRIGHT © JARANG 2020