Teten sebut pemerintah siapkan bansos buat UMKM

Teten sebut pemerintah siapkan bansos buat UMKM

bansos produktif dengan akan diberikan cukup besar buat UMKM yang selama ini belum bankable

Jakarta (ANTARA) kepala Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan saat ini negeri sedang menyiapkan tambahan insentif segar bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah berupa bantuan baik (bansos) bagi UMKM yang unbankable (tidak mendapatkan pinjaman bank).

“Pak Presiden belakangan mulai menyiapkan tambahan baru untuk UMKM, yaitu bansos produktif yang akan diberikan pas besar untuk UMKM yang selama ini belum bankable atau unbankable , ” kata Teten dalam peluncuran Digital Kredit UMKM (DigiKU), di Jakarta, Jumat.

Teten menuturkan sebagian UMKM memang cukup terdampak pandemi COVID-19 baik dari sisi pasokan maupun permintaan. Gangguan dirasakan tidak cuma dari sisi produksi, tapi serupa pembiayaan dan pasar yang turun.

Oleh karena itu, pemerintah telah membuat kebijakan Perbaikan Ekonomi Nasional (PEN) untuk mengatasi masalah pembiayaan dengan restrukturisasi pinjaman, subsidi bunga kredit hingga subsidi pajak bagi UMKM.

“Mudah-mudahan dengan digelontorkannya lagi pembiayaan untuk UMKM ini bisa membuat mereka bisa kembali, ” katanya.

Sementara itu, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan di 2020 ini, sektor UMKM oleh sebab itu prioritas utama dalam program PEN. Pemerintah sendiri telah menyiapkan sokongan dalam bentuk subsidi modal kerja sebesar Rp123, 46 triliun dengan diharapkan bisa tersalurkan sepanjang tahun ini.

“Untuk menyelenggarakan itu, pemerintah memberikan stimulus fiskal, termasuk penangguhan PPh juga penempatan dana Rp30 triliun di Himbara (Himpunan Bank Milik Negara), ” katanya.

Pemerintah menyimpan anggaran sebesar Rp123, 46 triliun dari total biaya penanganan COVID-19 Rp695, 2 triliun dengan rincian subsidi bunga Rp35, 28 triliun dan penempatan dana restrukturisasi Rp78, 78 triliun.

Kemudian juga untuk belanja IJP Rp5 triliun, penjaminan modal kerja Rp1 triliun, PPh Final UMKM Ditanggung Pemerintah (DTP) Rp2, 4 triliun, serta pembiayaan investasi kepada koperasi melalui LPDB KUMKM Rp1 triliun.

Pemberian berbagai provokasi dan insentif tersebut merupakan bentuk dukungan pemerintah kepada UMKM supaya mampu bertahan di tengah status tidak normal akibat COVID-19.

Baca juga: UMKM akan diberi subsidi kembang dan penjaminan modal kerja
Baca juga: Dirjen Pajak menghasut UMKM manfaatkan insentif PPh, yang daftar sedikit
Baca serupa: Sri Mulyani tetapkan aturan penjaminan untuk UMKM

Pewarta: Ade irma Junida
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2020