Stafsus Milenial Kembali Jadi Sorotan Jemaah

Stafsus Milenial Kembali Jadi Sorotan Jemaah

Jakarta, Akuratnews. com – Pertanyaaan belum sepenuhnya terjawab seputar kontribusi maujud para stafsus milenial Presiden Jokowi yang bergaji besar. Kali ini publik terpaksa kembali menengok untuk mencari tahu kebisingan apa dengan sedang ramai mengusik reaksi linimasa terkait anak-anak muda kepercayaan Jokowi itu.

Kebisingan tersebut kesempatan ini seputar campur tangan perut stafsus milenial pada keterlibatannya dalam penanganan Covid-19 yang dinilai kurang elok, bahkan berpotensi melanggar keyakinan.

Pertama mengenai beredarnya surat berkop Sekretariat Kabinet (Setkab) Republik Indonesia bertanda tangan lengah satu stafsus milenial Presiden Jokowi yaitu Andi Taufan Garuda Putra. Ditambah lagi, surat yang diperuntukkan untuk para Camat di seluruh Indonesia tersebut, berisi keterlibatan perusahaannya sendiri, PT Amartha Mikro Fintek (Amartha) pada program pemerintah di penanggulangan Covid-19 di desa-desa.

Sontak publik geger karena legalitas surat tersebut dinilai tak tepat dikeluarkan oleh seorang stafsus. Pun dengan mekanisme bagaimana perusahaannya tersebut mendapatkan hak istimewa kontribusi tersebut tidak dapat dijelaskan dengan pasti oleh sang stafsus.

Ombudsman bahkan telah berbicara dengan mengatakan bahwa maksud, isi dan tujuan surat tersebut maladministrasi. Selain itu, adanya kop lembaga negara dalam surat tersebut juga diindikasikan sebagai pelanggaran berat, lagi-lagi karena stafsus bukanlah pejabat dengan berwenang.

Belakangan, Andi Taufan Garuda Putra akhirnya menodong maaf serta mencabut surat tersebut. Uniknya, permohonan maaf tersebut pula ia tuliskan dalam bentuk tulisan, namun kali ini tidak dilengkapi secara kop atau header apapun. Tetapi demikian, belum jelas seputar apakah ada sanksi bagi Andi atas kesalahannya serta kepastian program tersebut akan tetap berjalan atau tidak, mengingat hal ini telah memicu kegaduhan di masyarakat dan bahkan di antara pejabat publik lainnya.

Selain kasus surat berkop Setkab, perhatian publik juga menyoroti beberapa stafsus milenial Presiden Jokowi yang menyandang status Chief Executive Officer (CEO) atau pemilik bisnis pribadi. Selain Andi dengan Amartha yang bergerak di bisnis peer to peer landingnya, terdapat nama Putri Tanjung sebagai CEO Creativepreneur, Billy Mambrasar sebagai CEO Kitong Bisa, dan Belva Devara sebagai CEO Ruang Guru.

Khusus nama terakhir, saat ini sedang hangat dibicarakan seputar bisnisnya yang dinilai seolah mendapatkan privilege dalam keterlibatan pada program andalan Presiden Jokowi beranggaran cukup besar yaitu Kartu Prakerja. Inilah yang saat ini menjadi polemik terhangat dikarenakan isu mencuat ketika eksekusi program telah berjalan.

Lantas hal tersebut memantik pertanyaan mengenai apakah ada keterkaitan antara jabatan sebagai stafsus milenial dengan keuntungan mendapatkan “proyek” pemerintah tersebut?

Selanjutnya 1 2 3