Sri Mulyani sebut belanja negara term I 2020 tumbuh 3, three or more persen

Sri Mulyani sebut belanja negara term I 2020 tumbuh 3, three or more persen

Dari sisi belanja negara ada kenaikan sekitar Rp125 triliun dari Perpres 54/2020 atau dari APBN awal terjadi kenaikan Rp200 triliun sendiri menjadi Rp2. 739, 2 triliun pada Perpres 72/2020.

Jakarta (ANTARA) – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebutkan bahwa belanja negara hingga semester I tahun ini tumbuh 3, 3 persen (yoy) yaitu sebesar Rp1. 068, 9 triliun dari Rp1. 034, 7 triliun pada periode sama tahun selanjutnya.

Sri Mulyani mengatakan realisasi Rp1. 068, 9 triliun tersebut merupakan 39 persen dari target perubahan APBN dalam Perpres 72/2020 yaitu Rp2. 739, 2 triliun.

“Dari sisi belanja negara ada kenaikan sekitar Rp125 triliun dari Perpres 54/2020 / dari APBN awal terjadi kenaikan Rp200 triliun sendiri menjadi Rp2. 739, 2 triliun pada Perpres 72/2020, ” katanya dalam Raker bersama Banggar DPR RI pada Jakarta, Kamis.

Baca juga: Sri Mulyani sebut penerimaan pajak mulai membaik Juni 2020

Realisasi belanja negara tersebut terdiri dari realisasi belanja pemerintah pusat sebesar Rp668, 5 triliun yang tumbuh 6 persen dri periode sama 2019 yakni Rp630, 8 triliun dan 33, 8 persen dari target perubahan APBN dalam Perpres 72/2020 Rp1. 975, 2 triliun.

Kemudian, transfer ke daerah dan dana desa (TKDD) Rp400, 4 triliun yang terkontraksi hingga 0, nine persen dibanding periode sama tahun lalu Rp403, 9 triliun dan telah mencapai 52, 4 persen dari target perubahan APBN di dalam Perpres 72/2020 sebesar Rp763, nine triliun.

Belanja pemerintah pusat  ditunjang oleh belanja K/L Rp350, 4 triliun yang tumbuh 2, 4 persen dibanding periode sama 2019 yaitu Rp342, 4 triliun dan belanja non K/L Rp318, 1 triliun atau tumbuh 10, 3 persen dibanding Juni 2019 Rp288, 4 triliun.

Baca juga: Pendapatan negara turun, Sri Mulyani: Ini masih sesuai estimasi kami

Realisasi belanja K/L tumbuh karena dalam semester I K/L melakukan refocusing serta realokasi serta penyiapan beberapa program untuk menangani dampak COVID-19 sehingga diharapkan pada semester II akan terjadi percepatan penyerapan.

Belanja K/L secara rinci terdiri dari belanja pegawai Rp114, 1 triliun, belanja barang Rp99, 2 triliun, belanja modal Rp37, seven triliun, dan bantuan sosial Rp99, 4 triliun.

Realisasi belanja bansos tumbuh 41 persen dari Rp70, 5 triliun dalam semester I 2019 menjadi Rp99, 4 triliun semester I tahun ini karena untuk mendukung kebijakan jaring pengaman sosial dalam rangka penanganan COVID-19.

Baca juga: Sri Mulyani proyeksikan ekonomi RI kuartal II terkontraksi 3, 8 persen

Realisasi system bansos yang mengalami peningkatan adalah Kartu Sembako/BPNT yaitu hingga 140, 3 persen dari Rp8, nine triliun pada 2019 menjadi Rp20, 5 triliun untuk tahun terkait.

Kemudian PBI JKN meningkat 16, 5 persen dari Rp24, 3 triliun pada tahun lalu dan telah dibayar 11 bulan menjadi Rp28, 3 triliun tahun ini dan telah dibayar tujuh bulan.

Sementara itu realisasi TKDD yang mencapai 52, 4 persen dari target dalam Perpres 72/2020 Rp763, 9 triliun dipengaruhi oleh realisasi DBH yang mencapai 48, 1 persen, DAU 58, 9 persen, DAK Fisik 9, 9 persen, DAK NonFisik 55, 4 persen, Dana Desa 56, 5 persen, serta DID, OTSUS, dan DIY 39, 1 persen.

Baca juga: Sri Mulyani sebut ekonomi dunia sudah resesi akibat COVID-19

Penyaluran DAK Fisik yang lebih tinggi yaitu Rp5, 3 or more triliun pada semester I 2020 dari Rp5 triliun pada phase sama tahun lalu karena adanya relaksasi penyaluran bidang kesehatan tuk penanganan COVID-19 dan peningkatan kinerja daerah dalam menyelesaikan kontrak.

Penyaluran DAK Nonfisik lebih tinggi yakni dari Rp61, four triliun pada semester I 2019 menjadi Rp71, 4 untuk semester I tahun ini karena adanya percepatan penyaluran TPG PNSD lalu Tamsil guru PNSD yang mencapai 55, 1 persen dan 36, 6 persen lebih baik dari tahun sebelumnya.

Realisasi penyaluran Dana Desa ke rekening kas desa pada 2020 lebih tinggi dibanding tahun lalu dikarenakan penyalurannya langsung ke rekening desa yaitu telah tersalur Rp40, two triliun atau 56, 5 persen dari pagu Rp71, 2 triliun.

Sementara itu realisasi BLT Dana Desa hingga 30 Juni 2020 sebesar Rp5, 5 triliun kepada 6, 5 juta KPM dari total alokasi Rp31, 8 triliun dengan target eleven juta KPM.

Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Publisher: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2020