Sejumlah penyesuaian mewarnai dilanjutkannya Liga Jerman

Sejumlah penyesuaian mewarnai dilanjutkannya Liga Jerman

Jakarta (ANTARA) – Sebesar penyesuaian mewarnai dilanjutkannya Liga Jerman di tengah pandemi COVID-19, masa kompetisi dimainkan kembali setelah ditangguhkan pada Maret silam.

Asosiasi Jerman menjadi liga papan arah pertama Eropa yang melanjutkan kompetisi, saat mereka memainkan pertandingan-pertandingan ronde ke-26 pada Sabtu.

Selain stadion-stadion yang kosong karena laga-laga tersebut harus dimainkan minus penonton, sejumlah penyesuaian mencolok kudu dilakukan oleh pihak-pihak yang berperan.

Setelah absennya penonton, hal lain yang dapat secara mudah diamati adalah tidak diberlakukannya bersalaman antara para pemain sebelum sepak mula serta sesi menjepret bersama tim.

Baca juga: Leipzig berbagi poin dengan Freiburg seusai ragu-ragu 1-1

Baca juga: Erling Haaland, pencetak gol pertama papan atas dalam era pandemi

Selain itu maskot-maskot tim serta anak gawang kini juga dilarang mendampingi tim saat mereka memasuki lapangan.

Di tepi lapangan, para pemain cadangan kini kudu duduk dengan berjarak dua meter. Opsi lain adalah mereka harus mengenakan masker saat bersiaga dalam bangku pemain pengganti.

Para pelatih diizinkan melepaskan masker mereka untuk meneriakkan instruksi pada para pemain di lapangan, namun mereka harus berjarak minimal satu, 5 meter dari orang terdekatnya.

Para pemain saat ini juga harus mengurangi level spontanitas saat mereka mencetak gol. Situasi itu diterapkan benar oleh pencetak gol pertama Borussia Dortmund saat mereka menang 4-0 atas Schalke 04, Erling Haaland.

Setelah mengemas gol pembukaan di menit ke-28, penyerang Norwegia itu tetap menjaga jarak dari rekan-rekannya yang ingin merayakan gol.

Contoh lain diberikan sebab Raphael Guerreiro yang mengemas besar gol pada laga tersebut. Dia merayakan gol yang dibukukannya dengan melakukan “tos siku” dengan rekan-rekan setimnya.

Ritual meluluskan salam kepada para penggemar taat di tribun belakang gawang juga tidak luput dilakukan oleh para-para pemain Dortmund seusai pertandingan. Itu tetap memberi salam ke tribun yang biasanya menjadi “The Yellow Wall” yang kali ini sunyi dari kehadiran para penggemarnya.

Pewarta: A Rauf Andar Adipati
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2020