Pemerintah hapus proyek pesawat R80 & N245 diganti “drone” di PSN

Pemerintah hapus proyek pesawat R80 & N245 diganti "drone" di PSN

Tiga proyek terkait pengembangan ‘drone’ itu sebagai pengganti rencana yang dikeluarkan….

Jakarta (ANTARA) – Pemerintah memutuskan untuk menghapus dua proyek pengembangan pesawat, yaitu R80 dan N245, dari jadwal proyek strategis nasional (PSN) & menggantinya dengan pengembangan tiga rencana pesawat nirawak (drone).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, menyampaikan Pemerintah menambahkan tiga order pengembangan pesawat nirawak dalam PSN 2020-2024.

“Tiga rencana terkait pengembangan ‘drone’ itu sebagai pengganti proyek yang dikeluarkan antara lain R80 dan N245, ” ujar Airlangga.
Baca juga: Airlangga: Proyek strategis nasional akan buka 19 juta lapangan kerja
 

Menurut Airlangga, pengembangan pesawat nirawak lebih lengkap dilakukan dalam kondisi saat tersebut. Karena itu, Pemerintah mendahulukan pengembangan proyek pesawat nirawak di tengah pandemi COVID-19 ini, dibanding R80 dan N245.

Rencana pesawat nirawak ini, juga medium dikerjakan oleh PT Dirgantara Nusantara (PT DI).

“Dialihkan menjadi teknologi ‘drone’ yang dianggap lebih cocok dengan situasi saat sekarang dan pengembangannya sudah dimulai oleh PT DI, ” ujarnya pula.

Secara menyeluruh, Pemerintah merekomendasikan sebanyak 89 PSN baru senilai Rp1. 422 triliun, termasuk tiga proyek pesawat nirawak.

Sebanyak 89 PSN yang menjadi rekomendasi, 56 proyek di antaranya adalah usulan perdana. Sedangkan 10 proyek merupakan order perluasan dari PSN sebelumnya, 15 proyek dikelompokkan sebagai program negeri baru, dan 8 proyek menghunjam dalam sektor ketenagalistrikan.

“Dari 245 proyek baru (yang diusulkan), hanya 89 proyek dengan memenuhi kriteria. Dengan demikian, 156 proyek belum direkomendasikan, karena masih butuh dukungan kementerian teknis serta perlu memenuhi kriteria sebagai PSN, ” ujar Airlangga lagi.

Proyek pengembangan pesawat R80 yang sempat masuk dalam PSN ini dikerjakan oleh PT Regio Aviasi Industri (RAI). Sedangkan proyek pesawat N245 digarap oleh PT Dirgantara Indonesia (PT DI).
Baca juga: Menko Airlangga ungkap kriteria proyek strategis yang diprioritaskan

Pewarta: Indra Arief Awak
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2020