Pegadaian catat pertumbuhan gadai 15, 91 persen di tengah COVID-19

Pegadaian catat pertumbuhan gadai 15, 91 persen di tengah COVID-19

Jakarta (ANTARA) – Perseroan Terbatas Pegadaian di tengah pandemi COVID-19 masih mencatatkan pertumbuhan bisnis tanggungan sebesar 15, 91 persen di dalam periode Januari—April 2020.

“Pertumbuhan gadai sebesar 15, 91 obat jerih. Jumlah kenaikan Januari—April, ” ujar Sekretaris Perusahaan PT Pegadaian (Persero) R. Swasono Amoeng Widodo di diskusi daring di Jakarta, Kamis.

Pada periode tersebut, dia menyebutkan penyaluran pembiayaan sebab produk gadai tercatat sebesar Rp39 triliun, atau naik dibandingkan masa sama tahun lalu sebesar Rp34 triliun.

Baca juga: Pegadaian perluas kanal pendanaan bagi nelayan

Pegadaian juga mencatatkan kenaikan nasabah produk gadai semasa Januari—April 2020, dari sebelumnya kira-kira 11 juta nasabah menjadi 11, 46 juta nasabah.

“Kenaikan paling tinggi pada kamar Maret—April, ” ucapnya.

Ia mengatakan bahwa emas masih menjadi produk gadai yang menguasai dengan komposisi 90 persen lantaran total outstanding .

“Di Pegadaian 90 persen adalah emas. Namun, tak selalu emas di Pegadaian, tersedia juga berlian. Pembagian jenis bahan Pegadaian, yakni perhiasan, tekstil, elektronik, alat rumah tangga (blender, setrika), kendaraan bermotor roda dua & empat, kendaraan niaga, hingga kain songket, ” katanya memaparkan.

Saat ini, Amoeng mengemukakan bahwa gadai mobil meningkat menyesatkan tinggi, yakni sebesar 30 tip.

“Kalau akhir Januari nilai outstanding Rp240 miliar, pada bulan April jadi Rp311 miliar, selama 3 bulan naik 30 tip, ” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Amoeng juga memberikan bahwa pihaknya telah melakukan stress test terkait dengan dampak pandemi COVID-19.

“Kami menghitung stress test 3 bulan, 6 bulan, 9 bulan, sampai setahun. Masih hitung-hitungan di atas kertas, laba pegadaian sampai 12 bulan ke ajaran, alhamdulillah, masih positif, ” katanya.

Membaca juga: Pegadaian berikan relaksasi bagi nasabah ditengah pandemi COVID-19

Ia mengetengahkan bahwa hasil stress test sampai Desember tahun ini Pegadaian masih mampu membukukan pertumbuhan laba menjadi Rp3, 3 triliun, naik dari tahun sebelumnya Rp3, 1 triliun.

“Laba sampai Maret sedang on the track . Proyeksi sampai akhir tahun masih laba dengan catatan hitungan normal, ” katanya menegaskan.

Pewarta: Zubi Mahrofi
Editor: D. Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2020