PBB berencana salurkan US$ 3 M untuk pemulihan akibat pandemi

PBB berencana salurkan US$ 3 M untuk pemulihan akibat pandemi

Dana itu berencana menyalurkan utama miliar dolar AS pada sembilan bulan pertama dan dua miliar dolar AS pada dua tahun setelahnya, untuk mendukung negara berpendapatan rendah dan menengah, di antaranya termasuk negara-negara miskin dan berkembang ser

Jakarta (ANTARA) kacau Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) berencana menyalurkan dana total tiga miliar dolar Amerika Serikat (sekitar Rp46, 2 triliun) untuk membantu negara-negara bangsat dan berkembang memulihkan sektor ekonomi dan sosialnya yang sempat lumpuh akibat pandemi COVID-19.

Lewat pernyataan tertulis yang diterima pada Jakarta, Selasa, anggaran pemulihan tersebut diperoleh dari Dana Tanggap & Pemulihan COVID-19 PBB/” UN COVID-19 Response and Recovery Fund “, sebuah aksi penggalangan dana lintas lembaga.

“Dana itu berencana menyalurkan satu miliar dolar AS pada sembilan bulan pertama dan dua miliar dolar AS pada dua tarikh setelahnya, untuk mendukung negara berpendapatan rendah dan menengah, di antaranya termasuk negara-negara miskin dan tumbuh serta kelompok rentan seperti rani dan anak-anak, ” terang PBB.

Dalam pernyataan tersebut, PBB turut mengapresiasi sumbangan yang diberikan Pemerintah Belanda sebanyak 15 juta Euro (sekitar 16, enam juta dolar AS) untuk Biaya Pemulihan COVID-19 tersebut.

Baca juga: PBB: 117 juta anak tidak mendapatkan imunisasi karena COVID-19
Baca juga: Guterres: bukan waktunya kurangi sumber daya WHO untuk perangi corona

“(Pemerintah Belanda) mengikuti jejak Norwegia dan Denmark yang sebelumnya telah berkomitmen menyumbang masing-masing 150 juta Krone Norwegia (sekitar 14, 1 juta dolar AS) dan 50 juta Krone Denmark (sekitar 7, 3 juta dolar AS), ” terang pernyataan itu.

Tidak hanya negara-negara itu, pengumpulan dana juga didukung oleh ” Rise for All ” (Bangkit untuk Semua), gerakan yang diinisiasi pemimpin perempuan PBB dan didukung oleh pemimpin perempuan negara-negara dan lembaga dunia.

Gerakan itu dikoordinasikan  oleh Wakil Sekretaris Jenderal PBB Amina Mohammed dan didukung oleh Presiden Ethiopia Sahie-Work Zewde, Perdana Menteri Norwegia Erna Solberg, Perdana Menteri Barbados Mia Mottley, Duta UN Women Pakistan Muniba Mazari, Penasihat Pelaksana UNICEF Henrietta Fore, Penasihat Pelaksana UN Women Phumzile Mlambo-Ngcuka, dan Direktur Pelaksana UNFPA Natalia Kanem.

“Beberapa bulan ke depan, diharapkan lebih penuh pemimpin perempuan, dari sektor politik, multilateral dan bisnis, ikut bersepakat gerakan Rise for All , mendukung upaya PBB membantu pemulihan ekonomi dan sosial (mereka yang terdampak), serta mengangkat penuh penggalangan Dana Tanggap serta Pemulihan COVID-19 PBB, ” begitu keterangan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyimpan per Selasa (28/4) jumlah penderita positif COVID-19 mencapai 2. 924. 722 dan 200. 617 di antaranya meninggal dunia. Penyakit yang disebabkan  virus corona (SARS-CoV-2) tersebut sampai saat ini telah menyebar ke 213 negara dan provinsi.

Menangkap juga: Sekjen PBB peringatkan hindari langkah represif saat krisis corona
Baca juga: PBB tegaskan perlindungan dari krisis corona serta iklim di Hari Bumi

Penerjemah: Genta Tenri Mawangi
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © KURUN 2020