OJK: Penjaminan kredit modal kerja UMKM bakal percepat pemulihan UMKM

OJK: Penjaminan kredit modal kerja UMKM bakal percepat pemulihan UMKM

Kami dukung ini. Diharapkan kalender penjaminan ini akan mempercepat pulihnya kembali sektor UMKM

Jakarta (ANTARA) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan bahwa program penjaminan Kredit Modal Kerja (KMK) hendak mempercepat pemulihan sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

“Kami dukung ini. Diharapkan rencana penjaminan ini akan mempercepat pulihnya kembali sektor UMKM, ” perkataan Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dalam peluncuran program penjaminan KMK UMKM dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di Jakarta, Selasa.

Selain penjaminan, ia menyampaikan pemerintah memberikan sumbangan bunga yang diberikan kepada debitur di bawah Rp500 juta & di atas Rp500 juta datang Rp10 miliar.

Baca juga: Menkeu targetkan penjaminan kredit modal kerja 2020 capai Rp80 triliun

“Sebesar 6 obat jerih untuk 3 bulan pertama dalam bawah Rp500 juta, dan 3 persen untuk tiga bulan kedua. Di atas Rp500 juta tersebut 3 persen 3 bulan mula-mula, ini akan memberikan kemudahan UMKM untuk percepat pemulihannya, ” rata Wimboh.

Insentif yang lain, kata dia, pemerintah telah membawa dana sebesar Rp30 triliun pada bank-bank BUMN dengan suku kembang di bawah pasar sehingga suku bunga kredit UMKM juga lembut.

“Ini juga bakal memberikan stimulus bahwa cost of fund   (biaya beban dana) menjadi murah, ” ucapnya.

Baca juga: Luhut: Penjaminan kredit modal kerja UMKM ditargetkan Rp100 triliun

Ia mengharapkan agar UMKM datang ke bank untuk mengambil modal kerja dan menyampaikan kesiapannya untuk kembali beroperasi kembali.

“Dan tentu ini hendak menjadi prioritas bank untuk diproses menjadi pemberian modal kerja segar, ” ujarnya.

Gajah Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Teten Masduki mengatakan bahwa fasilitas kredit modal kerja secara jaminan ini diberikan kepada UMKM yang selama ini sudah terhubung dengan lembaga pembiayaan, mulai sebab perbankan hingga lembaga wakaf mikro.

“Penjaminan kredit simpanan kerja diberikan pada UMKM yang bankable   dengan kondisi yang sehat. Kategori UMKM saya kira sudah sahih diatur dalam PMK 71/2020, yakni dalam bentuk perseorangan, koperasi serta badan usaha. Plafon maksimal pinjaman Rp10 miliar, ” kata Wimboh.

Baca juga: Erick: Penjaminan KMK UMKM turunkan risiko kredit pada era COVID-19

Pewarta: Zubi Mahrofi
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020