Nusantara minta China selidiki lebih lanjut kondisi kerja kapal ikan

Nusantara minta China selidiki lebih lanjut kondisi kerja kapal ikan

Jika dari penyelidikan terbukti berlaku pelanggaran, maka kami akan meminta otoritas RRT untuk melakukan penegakan hukum secara adil

Jakarta (ANTARA) – Pemerintah Indonesia menodong sejumlah hal kepada China terpaut kapal ikan milik perusahaan pokok negara itu yang mempekerjakan anak buah kapal (ABK) Indonesia, termasuk melanggar situasi kerja di atas pesawat.

Kapal ikan berbendera China, Long Xing 629 dan Perut Yu 8, mendapat perhatian setelah beredar video pelarungan jenazah ABK Indonesia di laut lepas perairan Korea Selatan. Prosedur pelarungan & perlakuan terhadap ABK Indonesia menjadi dua hal utama yang disoroti.

“Pertama, kami meminta otoritas RRT melakukan penyelidikan bertambah lanjut terhadap kapal-kapal yang berperan dalam kasus ini, termasuk kondisi, situasi kerja, dan perlakuan kerja di kapal, ” kata Gajah Luar Negeri RI Retno Marsudi dalam pernyataan pers secara daring, Kamis.

Indonesia sejauh ini menangani perkara 46 ABK–satu orang di antaranya meninggal dunia–yang bekerja tersebar di empat pesawat ikan berbendera China, yakni kedua kapal di atas di tambah dengan Long Xing 605 serta Long Xing 606, serta tiga ABK meninggal yang dikubur dalam laut atau dilarung ke bahar lepas.

“Kemudian Indonesia juga terus berusaha mendapatkan keterangan apakah penguburan di laut ( burial at sea ) itu sudah sesuai kaki dan ketentuan ILO–Organisasi Buruh Global, ” ujar Retno.

Baca juga: China sebut larung jasad ABK WNI sesuai aturan ILO, disetujui rumpun
Baca juga: Menteri Edhy tindak lanjuti kasus pelarungan ABK Indonesia

Dia menambahkan, “Jika dari penyelidikan terbukti terjadi pelanggaran, maka ana akan meminta otoritas RRT untuk melakukan penegakan hukum secara sepatutnya. ”

Selain itu, pemerintah juga menginginkan perusahaan pemilik, pengelola kapal ikan tersebut untuk bertanggung jawab dalam memenuhi hak-hak atas pekerja Indonesia, baik yang dipulangkan ke tanah air, maupun yang telah meninggal dunia.

“Kami meminta pemerintah China membantu meminta pertanggungjawaban perusahaan biar hak para awak kapal asal Indonesia dipenuhi, termasuk gaji yang belum dibayarkan dan peningkatan iklim kerja agar aman, ” ucap Retno.

Sejumlah peristiwa itu memperkuat tiga poin yang disampaikan pihak Kemlu RI pada Duta Besar China untuk Indonesia Xiao Qian siang hari itu.

Ketiganya yakni seruan klarifikasi terkait pelarungan jenazah ABK, keprihatinan kondisi tidak patut pada kapal yang diduga menyebabkan kematian mereka, dan permintaan dukungan sejak pemerintah China agar perusahaan kapal ikan memenuhi tanggung jawabnya.

Xiao menanggapi hal tersebut dengan menyebut akan menyampaikan tiga pesan utama Kemlu RI pada pemerintah pusat China, menyampaikan duka cita dan simpati mendalam akan kasus ini, serta memastikan kalau perusahaan kapal akan mematuhi kaidah yang berlaku dan kontrak kegiatan yang telah disepakati.

Baca juga: Pemerintah diminta lindungi ABK di kapal berbendera China
Baca selalu: Kemnaker selidiki potensi pelanggaran di kasus pelarungan jenazah ABK

Pewarta: Suwanti
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020