Mensos minta warga tidak persoalkan urusan data bansos

Mensos minta warga tidak persoalkan urusan data bansos

Jakarta (ANTARA) – Menteri Sosial Juliari P Batubara meminta  warga tidak membincangkan masalah data bantuan sosial, akan tetapi bergotong royong dalam mendistribusikan sembako dan bahu membahu melawan COVID-19.

“Saya kira kita tak usah ribut-ribut soal data, segenap bisa diselesaikan secara kekeluargaan, secara gotong royong, kita ini asosiasi yang karakternya gotong royong, ” kata Juliari, dalam keterangan terekam yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Mensos saat meninjau proses distribusi sembako di Kelurahan Bidara Cina, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, berharap agar semua warga mendapatkan bantuan sembako dari pemerintah secara merata.

“Jadi, saya sampaikan kepada warga atau keluarga yang sudah menerima bansos dari pemprov ataupun dari siapapun, ya sebaiknya tidak diberikan teristimewa, tapi diinformasikan, dan diberikan pada keluarga lain yang belum menerima sembako apa-apa, ” ujar Juliari.

Hal tersebut perlu dilakukan, katanya, karena adanya keterbatasan jumlah bantuan sehingga dengan begitu, pendistribusian sembako merata di semesta wilayah.

“Tidak kira-kira semua kami berikan, saya taksir tadi bisa dilihat sendiri, daripada RT/RW menyanggupi agar diatur secara rapi sehingga tidak ada lagi yang merasa dirugikan, yang merasa tidak dipedulikan, saya kira sejenis, ” ujar dia.

Kementerian Sosial menyalurkan bantuan sembako kepada 1, 3 juta tim di DKI Jakarta dan 600 ribu keluarga di Bodetabek dengan terdampak COVID-19 dengan nilai bantuan Rp600 ribu per bulan selama tiga bulan sampai Juni.

Kemensos juga sudah menyiapkan saluran pengaduan jika masyarakat menemukan masalah terkait penyaluran bansos, tertib salah sasaran, terjadi penyelewengan, ataupun pungutan liar.

Baca juga: Anies: 98, 4 persen bansos terdistribusi secara baik

Masyarakat bisa langsung menyampaikan aduan ke nomor hotline Bantuan Baik Kemensos di 0811 1022 210 atau melalui email di [email protected] go. id

Baca juga: Puan: Negeri pastikan buruh terdampak COVID-19 dapat bansos

Ketua RW 01 Kelurahan Widara Cina  Oktavianus  merespon positif pedoman Mensos terkait penyaluran sembako. Dia menganggap kebijakan tersebut lebih efektif diterapkan untuk distribusi sembako di wilayahnya.

Baca juga: CSIS: Skema sandaran sosial masih bisa dirancang lebih optimal

“Nanti akan kami sampaikan ke warga yang sebelumnya sudah menyambut, mudah-mudahan mereka mengerti, bagi itu yang sudah dapat, seperti Bungkus Menteri bilang, tidak perlu sedang dapat, jadi udah tidak urusan lagi, alhamdulillah”, ujarnya.

Selain di Bidara Cina, Kemensos juga menyalurkan 342 paket sembako di RW 05 Kelurahan Koja, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, dengan juga dihadiri oleh Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos Pepen Nazaruddin.

“Kami  memastikan bantuan sembako untuk wilayah DKI Jakarta  sampai kepada yang berhak menerima, sehingga tadi kami cek semuanya, isinya, maupun distribusinya lancar, tidak ada kendala. Seluruh kelurahan di DKI Jakarta akan mendapat seperti ini, ” ujar Pepen.

Lebih tinggi, ia mengungkapkan bansos yang disalurkan saat ini masih merupakan bantuan tahap pertama bagi warga dengan terdampak COVID-19, sedangkan untuk asing DKI Jakarta, pemerintah menyalurkan tumpuan sosial tunai untuk seluruh daerah di Indonesia.

Pewarta: Desi Purnamawati
Editor: Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2020