Menkeu targetkan penerimaan dividen BUMN Rp26, 1 triliun

Menkeu targetkan penerimaan dividen BUMN Rp26, 1 triliun

Ini memutar rendah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya

Jakarta (ANTARA) – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan kalau target penerimaan negara bukan retribusi (PNBP) melalui dividen BUMN sejumlah Rp26, 1 triliun pada RAPBN 2021.

“Ini paling lembut dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, ” perkataan Menkeu dalam konferensi pers RUU APBN 2021 dan Nota Keuangan di Jakarta, Jumat.

Menurut dia, penurunan itu jadi akibat dari menurunnya kinerja keuangan dampak pandemi COVID-19.

Dalam buku Nota Keuangan 2021 disebutkan, dampak panderni COVID-19 yang cukup berat dirasakan oleh BUMN yang bergerak di sektor pertalian, pariwisata dan industri manufaktur.

Laba bersih BUMN diproyeksikan mengalami penurunan, sehingga berdampak di dividen yang dapat dibagikan pada pemegang saham.

Disampaikan, kebijakan yang akan ditempuh negeri untuk mengoptimalkan penerimaan dividen BUMN dalam tahun 2021, antara lain, pertama, menjaga profitabilitas dan likuiditas perusahaan dengan mempertimbangkan tingkat laba, kemampuan pendanaan, dan solvabilitas.

Kedua, menjaga persepsi investor yang dapat berpotensi menurunkan kadar pasar BUMN yang terdaftar dalam bursa efek.

Ketiga, penyesuaian regulasi dan perjanjian yang mengikat BUMN Keempat, penetapan dividen lebih selektif untuk menyeimbangkan antara kebutuhan APBN dengan pelaksanaan program dan kesinambungan usaha BUMN.

Dan, kelima reformasi serta penataan BUMN dalam rangka membenarkan kinerja BUMN sehingga mampu meningkatkan penerimaan negara.

Baca juga: Pupuk Nusantara setor dividen dan pajak Rp8, 17 triliun kepada negara
Baca juga: Terkait buyback bagian, Erick ingin pastikan dividen BUMN ditingkatkan

Pewarta: Zubi Mahrofi
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2020