Mahfud siap bertanggung jawab atas kejadian kerumunan massa Rizieq

Mahfud siap bertanggung jawab atas kejadian kerumunan massa Rizieq

Secara adanya pernyataan yang memperbolehkan tersebut menjadi tafsir masyarakat, khususnya anggota maupun simpatisan FPI, hingga bekerja menuju tempat penjemputan Rizieq.

Jakarta (ANTARA) –

Menteri Koordinator Bidang Politik, Asas, dan Keamanan Mahfud MD membalas permintaan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil untuk bertanggung jawab terkait dengan kerumunan massa pendukung Buah hati Rizieq Shihab (HRS).

“Siap Kang RK. Saya bertanggung jawab. Saya dengan umumkan HRS diizinkan pulang ke Indonesia karena dia punya sah hukum untuk pulang, ” kata pendahuluan Mahfud melalui akun Twitternya @mohmahfudmd yang terpantau di Jakarta, Rabu.

Mahfud melanjutkan bahwa diskresi yang dikasih pemerintah hanya sebatas penjemputan & pengantaran Habib Rizieq dari Bandara Soekarno-Hatta hingga ke Petamburan.

Mahfud kendati berdalih bahwa penjemputan HRS dalam Bandara Soekarno-Hatta sudah berjalan santun hingga HRS tiba di Petamburan pada sore harinya.

“Akan tetapi, rancangan pada malam dan hari-hari berikutnya yang menimbulkan kerumunan, sudah dalam luar diskresi yang saya umumkan, ” ujar Mahfud.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menilai adanya kerumunan massa FPI di sebanyak tempat saat kegiatan penjemputan Rizieq Shihab disebabkan adanya pernyataan sejak Menko Polhukam Mahfud MD.

“Menurut saya semua kekisruhan yang berlarut-larut tersebut dimulai sejak adanya statement dari Pak Mahfud, yakni penjemputan HRS (Rizieq Shihab) ini diizinkan, ” cakap Ridwan Kamil usai diperiksa di Gedung Direktorat Reserse Kriminal Ijmal (Ditreskrimum) Polda Jawa Barat, Kota Bandung, Rabu.

Baca juga: Guru Besar UIN minta Jokowi tindak pelanggar HAM secara adil

Secara adanya pernyataan yang memperbolehkan itu, menurut dia, menjadi tafsir umum, khususnya anggota maupun simpatisan FPI, hingga bergerak menuju tempat penjemputan Rizieq, baik di Bandara Soekarno-Hatta, di Megamendung, maupun di Petamburan.

“Di situlah (pernyataan Mahfud MD) menjelma tafsir dari ribuan orang yang datang ke bandara, selama aturan dan damai boleh, maka terjadi kerumunan yang luar biasa. Nah, sehingga ada tafsir ini seperti ada diskresi dari Pak Mahfud kepada PSBB di Jakarta, PSBB di Jabar, dan lain sebagainya, ” kata mantan Wali Kota Bandung itu.

Oleh karena itu, dia pun menyesalkan pihak-pihak yang diperiksa oleh kepolisian hanyalah para kepala daerahnya, dalam hal ini Gubernur Jawa Barat.

Menurut dia, pihak lainnya juga memiliki karakter dalam kasus kerumunan yang diduga melanggar protokol kesehatan ini.

Pewarta: Syaiful Hakim
Editor: D. Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2020