Mahfud: Pelanggaran prokes dalam kampanye Pilkada 2, 2 persen

Mahfud: Pelanggaran prokes dalam kampanye Pilkada 2, 2 persen

Ada pelanggaran protokol kesehatan terjadi sebesar 2, 2 persen, dari 73, 500 ribu event, itu pelanggaran-nya kira-kira 1. 510 protokol kesehatan, itu pun yang kecil-kecil, misalnya, lupa pakai masker, jumlah di ruangan lebih dua orang, serta lainnya

Jakarta (ANTARA) awut-awutan

Menteri Koordinator dunia Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyebutkan pengingkaran protokol kesehatan COVID-19 dalam persuasi Pilkada Serentak 2020, sebesar 2, 2 persen.

“Ada pelanggaran protokol kesehatan tubuh terjadi sebanyak 2, 2 obat jerih, dari 73, 500 ribu event , itu pelanggaran-nya kira-kira 1. 510 protokol kesehatan tubuh, itu pun yang kecil-kecil, misalnya, lupa pakai masker, jumlah di ruangan lebih dua orang, dan lainnya, ” kata Mahfud usai memimpin rapat kordinasi analisa & evaluasi tahapan Pilkada Serentak dalam Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin.

Menurut nya, hingga hari ke-59 masa kampanye Pilkada Serentak 2020 berjalan nisbi baik, aman dan terkendali. Meski ditemukan sejumlah pelanggaran protokol kesehatan.

“Yang diproses pindana khusus untuk Pilkada ada 16 tindak pidana dengan sekarang dalam proses penyidikan, dan juga sudah dalam proses kehakiman juga. Jadi, jangan bilang kalau tidak ada tindakan. Semua telah ditindak, ada yang melanggar aturan, ada yang diperingatkan langsung berubah, kemudian ada yang diproses pidana dan sebagainya, ” tutur dia.

Menko Polhukam mengingatkan, agar pasangan calon dan juga tim kampanye aturan dalam menjalankan protokol kesehatan. Bila melanggar, sanksi yang diberikan bisa diskualifikasi.

“Jangan main-main kepada paslon serta tim kampanye nya, karena kalau melakukan pelanggaran protokol kesehatan kami tindak, seperti yang lain, apalagi sampai diskualifikasi, tergantung pada kapasitas pelanggaran-nya, ” katanya menegaskan.

Mahfud MD meminta masyarakat mendukung pelaksanaan Pilkada, karena momen ini hanya lima tahun sekali. Setiap individu bisa menentukan pemimpin mereka sendiri.

Pewarta: Syaiful Hakim
Editor: Chandra Hamdani Noor
COPYRIGHT © JARANG 2020