Lima kepala daerah Bodebek kembali usulkan pemberhentian KRL

Lima kepala daerah Bodebek kembali usulkan pemberhentian KRL

Cibinong, Bogor (ANTARA) – Lima kepala kota, yakni Bogor, Depok dan Bekasi (Bodebek) akan kembali mengusulkan pemberhentian sementara kereta rel listrik  terkait penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) demi mencegah penyebaran pathogen corona.

“Kami  lima kepala daerah akan tetap mengusulkan kepada Kemenhub untuk menghentikan sementara KRL selama PSBB, ” kata Bupati Bogor, Ade Yasin usai rapat bersama Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi  dan perwakilan Bupati Bekasi di Pendopo Bupati Bogor, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu petang.

Ia menyayangkan tidak adanya perubahan operasional kereta rel listrik  (KRL)  Jabodetabek saat penerapan PSBB oleh sebelum diterapkan PSBB.

“Paling tidak membatasi, menutup stasiun tertentu dan menyeleksi orang-orang yg akan bepergian  menggunakan KRL, ” kata perempuan yang juga merupakan Ketua Gugus Penanganan COVID-19 Kabupaten Bogor itu.

Lima kepala daerah Bodebek sepakat memperpanjang masa penerapan PSBB selama fourteen hari ke depan terhitung sejak habisnya pemberlakuan tahap satu, ialah 28 April 2020.

Baca juga: Bodebek memperpanjang PSBB 14 hari
Baca juga: Kasus positif COVID-19 melonjak drastis di Kabupaten Bogor saat PSBB
Baca juga: Bupati: Pasien COVID-19 di Bogor rata-rata tertular di KRL

Ade Yasin menyebutkan bahwa rata-rata pasien positif terinfeksi virus corona  (COVID-19) yg berdomisili di Kabupaten Bogor lantaran tertular virus itu di dalam KRL.

“Kami yakin salah satu penyebab maraknya positif itu karena KRL. Dari information yang ada rata-rata dari penumpang kereta. Kasus positif pertama yg di Bojonggede itu dari kereta, ” ujarnya.

Sebelumnya, usulan Ade Yasin bersama empat kepala daerah lain di Bodebek mengenai pemberhentian sementara KRL, dibalas dengan surat pemberitahuan dari Kemenhub Nomor: KA. 207/1/2. PHB. 2020 tentang Pengaturan Pembatasan Operasi KRL Jabodetabek.

Menurutnya, di dalam surat tersebut pada poin empat dijelaskan bahwa permohonan pemberhentian sementara KRL tidak dimungkinkan, meski di dalam situasi PSBB.

PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) menyatakan akan tetap mengoperasikan perjalanan KRL mulai Sabtu (18/4) dengan pola operasi yang sama sejak pemberlakuan PSBB di wilayah DKI Jakarta dan kota-kota sekitarnya.

Jam operasional KRL adalah pukul 06. 00-18. 00 WIB, oleh keberangkatan kereta pertama dari wilayah penyangga Jakarta pukul 05. 00 WIB.
 

Pewarta: M Fikri Setiawan
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2020