KSAD: obat COVID-19 masih menunggu hasil review BPOM

KSAD: obat COVID-19 masih menunggu hasil review BPOM

“Kita sah akan berusaha yang terbaik dan secepat-cepatnya, ” kata dia.

Yogyakarta (ANTARA) – Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Andika Perkasa mengemukakan bahwa perkembangan pengembangan obat COVID-19 masih menunggui hasil ‘review’ atau peninjauan kembali dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

“Kita menunggu saja sampai dengan hasil review selesai, ” kata Jenderal Andika Perkasa setelah  bertemu Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Rabu.

Andika mengatakan BPOM tengah melakukan peninjauan apabila terdapat kekurangan dari hasil uji klinis pertama obat COVID-19 yang dikembangkan Universitas Airlangga (Unair), bersama TNI AD, dan BIN.

“Kita pun siap untuk memperbaiki, ” kata dia.

Baca juga: Unair siap sempurnakan uji klinis obat COVID-19 sesuai BPOM

Menurut dia, sertifikat hasil uji klinis obat beserta “corrective and preventive action” (CAPA) telah diserahkan ke BPOM untuk direview pada 19 Agustus 2020 dan pada Senin (24/8) sudah dikirim ulang.

Sesudah nantinya mendapatkan hasil review sebab BPOM, menurut nya, tim pengembangan obat COVID-19 siap menindaklanjuti apabila tersedia masukan untuk perbaikan.

“Kita pasti akan berusaha yang terbaik dan secepat-cepatnya, ” prawacana dia.

Baca juga: BPOM: Ada jurang kritis obat COVID-19 Unair

Sebelumnya, Kepala Badan Pengawas Obat dan Sasaran (BPOM) Penny Lukito mengatakan bersandarkan inspeksi BPOM terhadap proses uji klinik obat COVID-19 yang dikembangkan Universitas Airlangga, terdapat beberapa daftar gap riset mulai dari bagian kritis, mayor sampai minor.

“Dikaitkan dengan uji klinik dari obat kombinasi yang dikerjakan tim Unair ini, dalam inspeksi 28 Juli 2020, kami temukan beberapa gap yang sifatnya teliti, mayor dan minor, ” logat Penny dalam jumpa pers dalam Jakarta, 19 Agustus 2020.

Ia mengatakan gap berat itu dampaknya terkait validitas sejak proses uji klinik obat COVID-19 Unair yang didukung TNI AD dan BIN tersebut.

Penny mengatakan validitas hasil inspeksi itu menjadi perhatian BPOM. BPOM menerima konfirmasi bahwa tim ilmuwan Unair siap melakukan perbaikan-perbaikan biar obat COVID-19 buatan anak kaum itu nantinya dapat dipakai bangsa dengan jaminan keamanan produk.

Baca pula: KSAD: Tidak ada penawaran obat COVID-19 dalam kunjungan ke Balai Kota

Pewarta: Luqman Hakim
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2020