KSAD jelaskan kasus klaster Secapa AD bermula dari ketidaksengajaan

KSAD jelaskan kasus klaster Secapa AD bermula dari ketidaksengajaan

Akan tetapi ternyata mereka dilakukan swab test dan positif

Bandung (ANTARA) – Kepala Staf TNI Armada Darat (KSAD), Jenderal TNI Andika Perkasa menjelaskan awal mula kejadian klaster baru penyebaran COVID-19 pada Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat (Secapa AD) yakni bermula sejak ketidaksengajaan.

Ketidaksengajaan itu, kata pendahuluan dia, diawali dari adanya besar orang siswa calon perwira yang berobat ke Rumah Sakit Dustira TNI AD di Cimahi. Sebab kunjungan ke rumah sakit tersebut, mereka berdua mengikuti tes pemeriksaan COVID-19.

“Yang satu keluhan karena bisul, berarti hangat karena adanya infeksi dan utama lagi masalah tulang belakang. Tapi ternyata mereka dilakukan swab test dan positif, ” kata Andika di Markas Kodam III/Siliwangi, Praja Bandung, Sabtu.

Untuk dasar dua siswa yang positif itu, ia memerintahkan seluruh anak dan staf yang ada dalam Secapa AD untuk dilakukan rapid test. Walhasil, ditemukan 187 karakter di lembaga pendidikan militer tersebut dinyatakan reaktif.

Baca juga: Anggota DPR minta kasus COVID-19 di Secapa AD Bandung ditangani serius

Baca pula: Gugus Tugas Jabar nyatakan klaster Secapa dan Pusdikpom tak bersangkutan

Namun belum sampai di situ, untuk lebih menetapkan penyebaran wabah ini dapat diketahui, tes usap COVID-19 juga dikerjakan terhadap seluruh siswa maupun pekerja Secapa.

Berdasarkan tes usap yang ditindaklanjuti dengan penjagaan Polymerase Chain Reactio n, kata dia, ditemukan  sekitar satu. 200 personel TNI di Secapa yang dinyatakan terinfeksi COVID-19.

Saat ini, ia membuktikan ada 1. 280 personel dengan positif COVID-19 di Secapa AD. Antara lain, 991 personel merupakan anak, dan 289 staf di Secapa beserta anggota keluarga dari pekerja.

Namun ia mengisbatkan, mayoritas personel yang positif COVID-19 itu tanpa gejala apapun. Cuma sedikit personel yang dirawat sebab bergejala ataupun mengidap penyakit yang lain.

Sejauh ini, logat dia, ada 16 personel yang masih dirawat di Rumah Melempem Dustira, berkaitan dengan klaster Secapa. Awalnya menurutnya yang dirawat tersedia sebanyak 17 personel, namun satu diantaranya telah dinyatakan negatif walaupun belum diizinkan pulang.

“Dan 16 yang masih nyata tapi semuanya sudah tidak merasakan gejala apapun juga. Yang utama negatif tetap di sana karena memang masalah TBC atau paru-paru, ” kata Andika.

Baca juga: Ulangan COVID-19 akan dilakukan pada masyarakat sekitar Secapa AD Bandung

Baca juga: Gubernur Jawa Barat minta maaf soal kasus COVID-19 di Secapa AD

Pewarta: Bagus Ahmad Rizaldi
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2020