KPK tindak tegas pihak yang “bermain” dalam pengadaan alkes COVID-19

KPK tindak tegas pihak yang "bermain" dalam pengadaan alkes COVID-19

Setiap informasi terkait hal tersebut agar dapat langsung disampaikan kepada pengaduan KPK dan KPK tetap akan telaah dan dalami di setiap informasi yang diterima

Jakarta (ANTARA) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan menindak tegas terhadap pihak yang “bermain-main” dalam logistik barang dan jasa terutama terhadap kebutuhan alat kesehatan (alkes) buat penanganan COVID-19.

“KPK hendak tegas terhadap pihak yang bersenang-senang terkait pengadaan barang dan kebaikan terutama terhadap kebutuhan alkes terlebih untuk situasi sekarang ini, ” ucap Plt Juru bicara KPK Ali Fikri melalui keterangannya pada Jakarta, Jumat.

Baca juga: KPK terima laporan gratifikasi Rp1, 8 miliar pada masa pandemi COVID-19

Ia mengucapkan masyarakat bisa menginformasikan kepada KPK jika menemukan adanya pihak yang “bermain” dalam pengadaan barang serta jasa COVID-19.

“Setiap informasi terkait hal tersebut supaya dapat langsung disampaikan kepada pengaduan KPK dan KPK tentu bakal telaah dan dalami setiap keterangan yang diterima, ” ungkap Ali.

Baca juga: KPK dorong instansi publikasikan sumbangan terkait penanganan COVID-19

Ia menguatkan lembaganya berkomitmen mengawal pelaksanaan perkiraan dan pengadaan barang dan jasa dalam rangka penanganan COVID-19 tersebut.

Adapun pengawalan yang dilakukan KPK di antaranya merupakan dengan membentuk tim khusus dengan bekerja bersama Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di tingkat induk dan daerah serta dengan pemangku kepentingan lainnya.

Baca juga: KPK sokong arahan kepala daerah cegah korupsi penanganan COVID-19

Tim tersebut juga bakal melakukan monitoring dan evaluasi terkait alokasi dan penggunaan anggaran pengerjaan COVID-19 agar bebas dari korupsi.

Sebelumnya, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memberikan ada mafia besar baik ukuran global maupun lokal yang membuat Indonesia tidak mandiri dalam pabrik kesehatan.

“Mengenai mafia alat kesehatan dan bahan-bahan kesehatan tubuh, ini sebenarnya jauh-jauh hari kala Pak Erick Thohir dilantik maka Menteri BUMN, beliau sudah punya gambaran besar mengenai keamanan energi, pangan, dan kesehatan. Ketika beliau (Erick Thohir) mendalami health security ternyata terbukti Indonesia itu mengandung di urusan-urusan kesehatan, alat kesehatan tubuh dan obat-obatan saja hampir 90 persen bahan dari impor, ” ujar Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga di Jakarta, Jumat.

Pewarta: Benardy Ferdiansyah
Editor: Heru Dwi Suryatmojo
COPYRIGHT © ANTARA 2020