Kepala minta Mendagri tegur kepala wilayah tak beri contoh baik

Kepala minta Mendagri tegur kepala wilayah tak beri contoh baik

Jakarta (ANTARA) – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Menteri Pada Negeri Tito Karnavian menegur besar daerah yang tidak mampu menganjurkan contoh baik dalam penegakan adat kesehatan pencegahan penularan COVID-19.

“Saya juga minta kepada Menteri Dalam Negeri untuk mengingatkan, kalau perlu menegur, kepala daerah tertib gubernur, bupati, maupun wali tanah air untuk bisa memberikan contoh-contoh dengan baik kepada masyarakat, jangan bahkan ikut berkerumun, ” kata Pemimpin Jokowi saat rapat terbatas melanggar laporan Komite Penanganan COVID-19 serta Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) pada Istana Merdeka  Jakarta, Senin.

Baca selalu: Presiden: Keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi

Dalam rapat itu, Presiden tahu daerah-daerah yang telah menerbitkan peraturan daerah mengenai penegakan disiplin aturan kesehatan agar menjalankan peraturan tersebut secara konsisten, tegas dan tak pandang bulu.

Susunan daerah mengenai penegakan disiplin aturan kesehatan itu sesuai dengan Komando Presiden (Inpres) Nomor 6 Tarikh 2020 tentang Peningkatan Disiplin serta Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Di Pencegahan dan Pengendalian COVID-19.

Baca juga: Presiden: Ketersediaan vaksin COVID-19 di kawasan adalah keharusan

“Dalam hal itu, tugas pemerintah ialah mengambil kegiatan hukum di mana ketegasan alat dalam mendisiplinkan masyarakat untuk patuh kepada protokol kesehatan adalah sepadan keharusan, ” ujar Presiden.

Presiden mengingatkan ketegasan di setiap daerah dalam menerapkan protokol kesehatan sangat penting untuk menekan urusan COVID-19 di Indonesia. Jangan sampai kemajuan dalam pengendalian COVID-19 ternodai dengan tindakan-tindakan indispliner dalam mendirikan protokol kesehatan.

Baca juga: Presiden teken Perpres baru atur struktur Komisi Penanganan COVID-19

“Angka-angka yang bagus tersebut jangan sampai rusak gara-gara kita kehilangan fokus kendali karena tak berani mengambil tindakan hukum dengan tegas di lapangan, ” ujarnya.

Adapun hingga Minggu (15/11), rata-rata kasus aktif COVID-19 di Indonesia sudah menurun mematok 12, 82 persen atau jauh lebih rendah daripada rata-rata kasus aktif dunia yang mencapai 27, 85 persen.

Sama kesembuhan pasien COVID-19 di Nusantara juga terus meningkat menjadi 83, 92 persen. lebih baik dibandingkan dengan angka kesembuhan dunia yang sebesar 69, 73 persen.

Baca juga: Presiden ajak apoteker, dokter, pembela sukseskan vaksinasi COVID-19

Pewarta: Indra Arief Pribadi
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2020