Kepala ingin BUMN dan swasta dampingi korporasi petani-nelayan

Kepala ingin BUMN dan swasta dampingi korporasi petani-nelayan

Peran BUMN, peran swasta besar, atau BUMD, bukan semata-mata sebagai ‘off-taker’, tapi juga bisa mendampingi mereka

Jakarta (ANTARA) – Presiden MENODAI Joko Widodo menginginkan badan daya milik negara, badan usaha hak daerah, maupun perusahaan swasta mendampingi korporasi petani dan nelayan mematok tercipta model bisnis yang betul-betul baik.

“Peran BUMN, peran swasta besar, atau BUMD, tidak semata-mata sebagai off-taker tapi juga mampu mendampingi mereka, mendampingi korporasi petani, mendampingi korporasi nelayan sampai terbentuk model bisnis yang benar-benar berjalan. Ini yang belum, ” prawacana Presiden dalam pengantarnya pada rapat terbatas dengan topik “Korporasi Petani dan Nelayan dalam Mewujudkan Transformasi Ekonomi” melalui konferensi video lantaran Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa.

Baca juga: Presiden minta penguatan ekosistem bisnis petani dan nelayan

Kepala mengatakan sudah memerintahkan beberapa tahun lalu kepada jajarannya untuk tahu lembaga pembangunan tanah federal atau FELDA di Malaysia, serta koperasi sapi di Spanyol.

Menurutnya, model-model pendampingan yang baik seperti itu mudah ditiru, namun hingga sekarang belum bisa dibangun.

“Model-model bagus seolah-olah itu gampang kita tiru, akan tetapi saya tidak tahu sampai saat ini tidak bisa kita bangun 1 atau 2 contohnya, ” ujar Kepala Negara.

Pemimpin meminta kepada jajarannya agar membuat ekosistem proses bisnis petani, menyambungkannya dengan sistem perbankan, inovasi teknologi, serta membenahi manajemen.

“Saya kira kalau ini dilakukan, tentu saja intervensi pengolahan buatan panen, mulai packaging , branding sampai strategi pemasaran, ” ujarnya.

Baca juga: Mentan Syahrul galakkan kawasan korporasi perkuat sektor pertanian
Baca juga: Kementan kembangkan korporasi tanaman pangan di 130 kabupaten

Pewarta: Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020