Kemarin, subsidi listrik diperpanjang hingga BUMN masuk 25 Mei hoaks

Kemarin, subsidi listrik diperpanjang hingga BUMN masuk 25 Mei hoaks

kami tidak pernah katakan tersedia kewajiban kerja tanggal 25 Mei

Jakarta (ANTARA) – Sejumlah informasi penting menghiasi berita ekonomi pada Senin (18/5/2020), mulai lantaran pemberian subsidi listrik diperpanjang buat pelanggan 450 VA dan 900 VA sampai September 2020 hingga kewajiban pegawai BUMN kerja dalam 25 Mei 2020 adalah hoaks.

Berikut adalah lima berita ekonomi yang masih layak untuk disimak.

1. Menkeu: Subsidi listrik diperpanjang tenggat September 2020

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pemerintah akan memperpanjang mas subsidi listrik untuk pelanggan famili 450 VA dan 900 VA hingga September 2020 setelah sebelumnya berlaku dari April hingga Juni 2020.

“Subsidi elektrik untuk 450 VA (untuk) 24 juta rumah tangga, 900 VA (untuk) 7, 2 juta vila tangga yang subsidi dari tiba April hingga Juni, sekarang hendak diperpanjang sampai September, ” katanya di Jakarta.

Simak berita lengkapnya di sini

2. Kementerian BUMN: Kewajiban pegawai BUMN kerja 25 Mei hoaks

Kementerian Badan Usaha Milik Negeri (BUMN) menyampaikan bahwa informasi yang mewajibkan pegawai BUMN untuk berjalan pada 25 Mei adalah kabar bohong alias hoaks.

“Mengenai adanya informasi yang mengucapkan bahwa Kementerian BUMN wajibkan pekerja BUMN untuk bekerja tanggal 25 Mei itu adalah hoaks, awak tidak pernah katakan ada urusan kerja tanggal 25 Mei, ” ujar Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga di Jakarta, Senin.

Simak berita lengkapnya di sini

3. Menko Airlangga: Belum tersedia pelonggaran untuk pekerja di bawah 45 tahun

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah belum menetapkan aturan yang memperbolehkan pekerja berumur di bawah 45 tahun untuk beraktivitas kembali.

“Terkait pekerja itu, belum ada regulasi atau usulan terkait dengan patokan umur. Itu bukan merupakan kebijakan yang diambil, ” kata Airlangga usai rapat terbatas yang dipimpin Presiden Joko Widodo mengenai Percepatan Penanganan Pandemi COVID-19 di Jakarta

Simak berita lengkapnya di sini

4. Tanri Abeng samakan genting COVID-19 dengan krisis 1998

Berbeda dengan penilaian sejumlah pengamat ekonomi yang mengecap bahwa krisis COVID-19 berbeda secara krisis tahun 1998, Menteri BUMN periode 1998-1999 Tanri Abeng malah menilai sebaliknya bahwa terdapat banyak persamaan antara krisis COVID-19 dengan krisis 1998.

“Mengenai krisis COVID-19 apakah ini persis sebenarnya dengan krisis 1998? Aku mengatakan bakal banyak sekali persamaannya karena pandemi COVID-19 ini merajai ketahanan ekonomi, ” kata Tanri Abeng di Jakarta.

Simak berita lengkapnya di sini

5. Sri Mulyani: Dana pemulihan ekonomi nasional capai Rp641, 17 triliun

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyebut total dana penanganan dan pemulihan ekonomi nasional akibat dampak wabah COVID-19 mencapai Rp641, 17 triliun.

“Pemerintah akan melakukan dan mengakselerasi penanganan masalah ekonomi tersebut, ” kata Menkeu Sri Mulyani di Jakarta.

Menyimak berita lengkapnya di sini

Baca juga: Tarif listrik nonsubsidi naik 100 persen karena subsidi silang? Ini faktanya
Baca juga: Departemen BUMN: Kewajiban pegawai BUMN kerja 25 Mei hoaks
Mengucapkan juga: McKinsey: Konsumen Indonesia optimistis hadapi pemulihan ekonomi

 

Pewarta: Aji Cakti
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © KURUN 2020