Itu detail aturan Kementan soal pengamalan kurban saat wabah COVID-19

Itu detail aturan Kementan soal pengamalan kurban saat wabah COVID-19

petugas pemotongan hewan kurban serupa diharuskan berasal dari lingkungan ataupun satu wilayah dengan tempat pemotongan hewan dan tidak sedang era karantina mandiri

Jakarta (ANTARA) – Kementerian Pertanian (Kementan) mencuaikan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) mengeluarkan Surat Edaran (SE) tentang Pelaksanaan Kegiatan Kurban dalam Situasi Wabah Kematian Non-alam Corona Virus Disease (COVID-19).

Sehubungan dengan pelaksanaan pemotongan kurban pada Hari Raya Idul Adha 1441 H, pemerintah berupaya melakukan penyesuaian tentang pelaksanaan kurban, mengingat saat ini Indonesia masih berada dalam situasi pandemi COVID-19.

Dirjen PKH Kementan I Ketut Diarmita mengatakan SE ini sebagai petunjuk pelaksanaan kesibukan kurban dengan penyesuaian penerapan biasa baru di tengah pandemi.

“Harapannya lewat surat edaran ini kegiatan pelaksanaan kegiatan kurban di tengah situasi pandemi tentu berjalan optimal dengan mempertimbangkan aspek pencegahan dari penyebaran COVID-19, ” katanya di Jakarta, Jumat.

Ketut menegaskan langkah-langkah pencegahan potensi penularan COVID-19 di tempat penjualan dan pemotongan kurban perlu diperhatikan, seperti menjaga jarak era interaksi saat kegiatan kurban & menghindari perpindahan orang antarwilayah bilamana kegiatan kurban.

Kelompok juga harus memperhatikan status wilayah tempat kegiatan kurban serta les soal bahaya Virus Corona serta bagaimana cara penularannya.

Baca juga: Ritme pemotongan hewan kurban RPH Yogyakarta diatur saat pandemi

Petunjuk Pengoperasian

Tatkala itu Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner Kementan Syamsul Ma’arif menyebutkan tulisan ini akan memberikan rekomendasi dalam kegiatan penjualan dan pemotongan hewan kurban.

Dalam kegiatan penjualan hewan kurban, Syamsul menguatkan harus memenuhi syarat seperti bangun jarak fisik, penerapan kebersihan personal dan kebersihan tempat, serta pemeriksaan kesehatan.

“Penjualan hewan kurban juga harus dilakukan di tempat yang telah mendapat izin dari kepala daerah setempat, ” kata Syamsul.

Penjualan hewan kurban juga harus membawabawa Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), ataupun organisasi dan lembaga amil zakat lainnya.

Harapannya para-para organisasi dan lembaga amil zakat ini bisa membantu pengaturan norma penjualan hewan kurban yang mengungkung pembatasan waktu, layout tempat penjualan, dan penempatan fasilitas alat kebersihan.

Baca serupa: Ulama ajak umat Islam berikan hewan kurban terbaik

Selain itu pedagang hewan kurban juga harus dilengkapi dengan Alat Pelindung Diri (APD) minimal berupa masker, lengan panjang, dan sarung tangan sekali memakai selama di tempat penjualan.

Setiap orang yang menyelundup ke tempat penjualan harus membersihkan tangan lebih dulu menggunakan bubuk atau hand sanitizer . Bagi penjual yang berpangkal dari luar wilayah, harus di kondisi sehat dengan melampirkan tulisan keterangan sehat dari puskesmas ataupun rumah sakit.

Setiap orang juga diimbau untuk menghindari jabat tangan atau bersentuhan langsung selama kegiatan kurban. Lalu di setiap orang yang berkegiatan kurban diharuskan membawa dan menggunakan barang awak seperti perlengkapan salat dan logistik makan sendiri.

Syamsul menambahkan setelah pulang dari tempat kurban, setiap orang juga wajib mandi dan membersihkan diri sebelum kontak langsung dengan anggota anak yang ada di rumah.

Untuk kegiatan pemotongan hewan kurban, tidak banyak berbeda dengan penjualan hewan kurban yaitu tetap menerapkan protokol kesehatan berupa jaga jarak, jaga kebersihan dan memakai masker atau face shield selama kesibukan pemotongan hewan kurban.

Terakhir, petugas pemotongan hewan persembahan juga diimbau untuk tidak merokok, meludah, dan memperhatikan etika bangkis serta batuk selama berkegiatan pengeratan kurban.

“Selain itu, petugas pemotongan hewan kurban selalu diharuskan berasal dari lingkungan atau satu wilayah dengan tempat pengeratan hewan dan tidak sedang masa karantina mandiri, ” kata Syamsul.

Menangkap juga: Gubernur minta OPD penggal hewan kurban di perkampungan
 

Pewarta: Mentari Dwi Gayati
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020