Indonesia terima donasi 1,7 juta lebih vaksin Pfizer dari Amerika

masyarakat tidak pilih-pilih merek vaksin agar tidak ada stok yang menumpuk

Jakarta (ANTARA) – Pemerintah Indonesia menerima  donasi 1.759.965 dosis vaksin Pfizer dari Amerika Serikat melalui fasilitas COVAX yang tiba melalui tahap ke-158 pada Selasa, kata pejabat Kementerian Kesehatan RI.

“Pemerintah terus berkomitmen untuk menghadirkan vaksin COVID-19 di Indonesia,” ujar Juru Bicara Vaksinasi Kementerian Kesehatan RI Siti Nadia Tarmizi melalui pernyataan tertulis yang diterima di Jakarta.

Nadia mengatakan kedatangan vaksin tersebut terbagi atas dua tahap  yakni pukul 15.45 WIB dan 22.15 WIB.

Dia mengatakan keamanan stok vaksin di Indonesia sangat penting agar dapat dilakukan distribusi dengan cepat.

 Pemerintah terus menggenjot percepatan vaksinasi COVID-19 di daerah-daerah untuk mengejar target 70 persen populasi tervaksinasi lengkap.

“Kita masih punya dua PR besar yaitu mengejar vaksinasi dosis 1 sebanyak 30 persen dan dosis kedua sebesar 50 persen serta percepatan vaksinasi pada lansia,” katanya.

Menurutnya penyebaran dan pemerataan vaksinasi menjadi hal penting agar Indonesia bisa lebih terlindungi dari COVID-19 yang masih menjadi ancaman hingga saat ini.

Pemerintah mengimbau masyarakat tidak pilih-pilih merek vaksin agar tidak ada stok yang menumpuk bahkan menjadi kedaluwarsa. Vaksin yang ada adalah vaksin yang terbukti aman dan lolos uji klinis.

“Saat ini, pemerintah coba meningkatkan vaksinasi untuk wilayah terluar dan terpencil, yang memiliki tantangan tersendiri untuk menjangkaunya,” ujarnya.

Nadia mengatakan peningkatan kasus penularan COVID 19 di sejumlah negara, patut dijadikan alarm (peringatan) bagi semua pihak untuk lebih disiplin lagi melindungi diri dengan vaksinasi maupun disiplin pelaksanaan protokol kesehatan (prokes).

“Kepatuhan masyarakat untuk disiplin melaksanakan protokol kesehatan dan vaksinasi jadi kunci pengendalian pandemi,” katanya.

Terkait vaksinasi anak usia 6-11 tahun, Nadia, akan menggunakan vaksin Sinovac baik produksi Coronavac maupun Bio Farma. Sementara vaksin lain masih menunggu izin dan rekomenasi dari Badan POM maupun ITAGI atau Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional.

Vaksinasi akan dilakukan secara bertahap di kota dan kabupaten, dengan persyaratan cakupan vaksinasi dosis 1 di kabupaten/kota mencapai di atas 70 persen dan vaksinasi lansia di atas 60 persen.

Kemudian, pelaksanaan vaksinasi di fasilitas kesehatan, rumah sakit, puskesmas, sekolah, satuan pendidikan lainnya dengan kerja sama Dinas Pendidikan, Kanwil Agama, Dinas Sosial.

“Total sasaran vaksinasi anak usia 6-11 tahun sebesar 26,5 juta,” ujarnya. Mari kita prioritas vaksin Sinovac untuk percepatan perlindungan anak anak kita dengan kita menggunakan vaksin merek lain yang ada saat ini,” katanya.
Baca juga: Satgas larang masyarakat belum divaksin bepergian jarak jauh

Baca juga: Studi Afsel: Vaksin Pfizer beri perlindungan dari COVID-19 parah

Baca juga: Mendagri ajak semua pihak dukung vaksinasi di Aceh

Pewarta: Andi Firdaus
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2021