IHSG berpotensi terkoreksi terbawa pelemahan pasar uang global

IHSG berpotensi terkoreksi terbawa pelemahan pasar uang global

Sentimen negatif juga datang dari kembali naiknya jumlah positif COVID-19 di Indonesia, di mana pada hari kemarin lebih dari 1. 000 orang dilaporkan positif

Jakarta (ANTARA) berantakan Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu pagi, berpotensi terkoreksi terbawa pelemahan bursa saham global.

Pada pukul 09. 49 WIB, IHSG melemah 27, 94 poin atau 0, 56 persen ke posisi 5. 007, 11. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak turun 6, 99 poin atau 0, 89 persen menjadi 775, 65.

“IHSG hari ini saya perkirakan berpeluang kembali melemah seiring pelemahan bursa global. Sentimen minus juga datang dari kembali naiknya jumlah positif COVID-19 di Indonesia, di mana pada hari kemarin lebih dari 1. 000 karakter dilaporkan positif, ” tulis Tim Riset Samuel Sekuritas dalam petunjuk yang dikutip Antara di Jakarta, Rabu.

Bursa bagian AS pada perdagangan semalam ditutup dengan kecenderungan melemah. Aksi pungut untung melanda bursa AS sesudah dalam seminggu terakhir mengalami kemajuan.

Hal tersebut mewujudkan indeks Dow Jones turun 1, 09 persden dan S& P500 melemah 0, 78 persen. Namun Nasdaq masih dapat terangkat 0, 29 persen didukung saham-saham teknologi yang membuat indeks Nasdaq berkecukupan di level tertinggi sepanjang zaman mendekati level 10. 000.

Sentimen positif bagi pasar uang AS masih datang dari introduksi lockdown yang mengindikasikan adanya pemulihan ekonomi, termasuk pembukaan lapangan pekerjaan mutakhir.

Namun para pelaku pasar sedang menunggu hasil kerap Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) yang sedang berlangsung. Investor menunggui apakah ada perubahan suku bunga, stimulus baru serta arah prinsip The Fed mengenai ekonomi AS kedepannya.

Dari pasar komoditas, pada perdanganan semalam, nilai minyak sempat menguat. Brent terbang 0, 66 persen dan WTI menguat 1, 96 persen dengan berlangsungnya pertemuan OPEC+ yang mempercakapkan pemotongan produksi minyak global.

Namun pagi ini WTI terpantau melemah 1, 98 obat jerih ke level 38, 17 dolar AS per barel setelah para pelaku pasar sedikit kecewa OPEC+ hanya setuju untuk memotong 9, 7 juta barel per hari hingga bulan Juli 2020 saja.

Bursa saham regional pagi ini antara lain indeks Nikkei menguat 24, 19 poin atau 0, 1 persen ke 23. 115, 22, indeks Hang Seng turun 44, 47 poin atau 0, 18 persen menjadi 25. 012, 75, dan indeks Straits Times menguat 7, 89 poin atau 0, 28 tip ke 2. 802, 06.

, Baca pula: IHSG ditutup jatuh, tertekan sentimen negatif tambahan kasus COVID-19
Baca juga: IHSG menguat pintar, terkerek optimisme pasar akan pulihnya ekonomi
Baca juga: IHSG naik tembus 5. 000 ikuti penguatan tajam bursa global

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2020