Honorarium ke-13 PNS, Sri Mulyani: Belakang kita lihat

Honorarium ke-13 PNS, Sri Mulyani: Belakang kita lihat

terus melakukan evaluasi bagaimana menggunakan anggaran negara semaksimal mungkin

Jakarta (ANTARA) – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati belum dapat memastikan zaman pencairan gaji ke-13 untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) karena masih mau melihat secara keseluruhan pada Perkiraan Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020.

“Jadi nanti kita lihat untuk gaji ke-13, ” katanya dalam konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Senin.

Sri Mulyani mengatakan pihaknya masih akan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan APBN 2020 yang kini difokuskan untuk penanganan dampak pandemi COVID-19.

Tak cuma itu, ia juga menuturkan masih akan mencari cara untuk mengeksekusi pencairan gaji ke-13 dengan pasti menggunakan anggaran negara secara suntuk.

“Kita melihat menyeluruh cara kita untuk mengeksekusi, oleh karena itu dalam hal ini kita akan terus melakukan evaluasi bagaimana menggunakan anggaran negara semaksimal mungkin, ” katanya.

Sedangkan di dalam awal April 2020, Menkeu menjanjikan tidak ada kendala dalam pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) dan gaji ke-13 karena anggarannya sudah disediakan.

Untuk THR telah dicarikan pada Mei bersamaan adanya perayaan Lebaran dengan ketentuan hanya diberikan kepada ASN kedudukan Eselon III ke bawah tercatat jabatan fungsional setara Eselon III.

Di sisi asing, kondisi saat ini sudah bertentangan mengingat penyebaran COVID-19 yang semakin masif sehingga membutuhkan belanja pengerjaan lebih besar yakni mencapai Rp695, 2 triliun.

Tengah pendapatan negara diprediksikan terkontraksi hingga 10 persen yaitu Rp1. 699, 9 triliun dalam target modifikasi APBN pada Perpres 72/2020 dan defisit diperlebar dari 5, 07 persen menjadi 6, 34 upah.

Menyuarakan juga: Sri Mulyani: Pemberian THR dan gaji ke-13 PNS dikaji ulang
Baca juga: Perolehan PNS Jabar dipotong untuk angkat penanggulangan COVID-19
Baca serupa: Gaji pejabat eselon tidak berubah meski jadi fungsional, kata Menkeu

Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2020