Guspardi: Jika Hanya Bikin Malu Presiden, Bubarkan Staf Khusus Itu

Guspardi: Jika Hanya Bikin Malu Presiden, Bubarkan Staf Khusus Itu

JawaPos. com – Staf Khusus Presiden mendapat sorotan publik. Tingkahnya disinyalir membawa konflik kepentingan dan dianggap mempermalukan lingkaran Istana.

Anggota Komisi II DPR Guspardi Gaus mengatakan, tingkah dua staf khusus presiden sudah tidak terpuji lagi. Semestinya mereka sebagai pembantu memberi masukan kepada presiden dalam setiap mengambil kebijakan. Bukan malah mencari celah untuk kepentingan pribadi.

“Kelakuan dua staf khusus Presiden itu dicurigai telah menyalahgunakan kekuasaan dan memperdagangkan pengaruhnya di tengah wabah covid-19, ” kata Guspardi Gaus kepada JawaPos. com , Kamis (16/4).

Menurut politikus PAN itu tingkah dua staf khusus presiden itu telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Contohnya Andi Taufan Garuda Putra yang menggunakan kop surat Istana. Surat darinya ditujukan kepada para camat di seluruh Indonesia untuk mendukung proyek pendidikan publik tentang penanganan virus korona melalui PT Amartha Mikro Fintek (Amartha). Sebagaimana diketahui, Amartha merupakan perusahaan milik Andi Taufan.

Amartha Andi Taufan Garuda Putra (Raka Denny/Jawa Pos)

“Perbuatan dia bagian dari penyalahgunaan kewenangan jabatan dan sekaligus pelanggaran hukum administrasi, praktik perdagangan pengaruh serta pelanggaran etika pejabat negara, ” ujar anggota DPR asal Dapil Sumbar II itu.

Diketahui, pada Selasa siang (14/4) Andi Taufan telah menyampaikan klarifikasi dan minta maaf atas surat degan kop Sekretaris Negara tersebut.

Kasus kedua yakni Staf Khusus Presiden bernama Adamas Belva yang juga CEO Ruangguru. com. Tingkah Adamas menurut Guspardi tidak kalah heboh. Adamas ditengarai mendapatkan proyek senilai triliunan rupiah dari program Kartu Prakerja. “Itu sudah melampaui porsi bidang tugasnya di tengah wabah Covid-19, ” kata pria yang mengawali karir politik dari DPRD Sumbar itu.

Melihat dinamika tersebut, Guspardi menyarankan staf khusus presiden, terutama dari unsur milenial dibubarkan saja. Pasalnya, personel dari staf khusus itu hanya mempermalukan Presiden Jokowi. “Bubarkan saja lembaga Staf Khusus itu, jika hanya menjadi beban dan bahkan mempermalukan Presiden Jokowi yang tengah bersusah-payah menangani wabah Coronavirus saat ini, ” ujar Guspardi.

Dorongan pembubaran itu karena fasilitas yang diterima para staf khusus milenial tersebut dari negara setara dengan pejabat eselon I-A. Dengan fasilitas itu, Guspardi belum melihat kontribusi kongkret dari para staf khusus presiden tersebut.

Pernyataan tegas Guspari Gaus ini bukan tanpa alasan. Buktinya, tagar #Bubarkan Stafsus Presiden menjadi trending topic di Twitter.

Ketua Himpunan Pengusaha Kosgoro 1957 DKI Jakarta Syafi Djohan berpendapat lain. Menurut Syafi, antara Belva dan penunjukan Ruangguru merupakan dua hal terpisah. Kedua masalah itu perlu dilihat dengan jernih. Sebagai platform bimbingan online, Ruangguru memiliki rekam jejak yang patut diperhitungkan.

“Ruangguru adalah platform terdepan di bidang penyediaan kelas untuk menciptakan skill, upskilling, dan reskilling. Saya pikir, masuk akal bila akhirnya Skill Academy ditunjuk sebagai mitra program Kartu Prakerja yang tentunya telah melewati mekanisme seleksi, ” kata Syafi dalam keterangan pers di Jakarta, Kamis (16/4).

Skill Academy yang merupakan produk ekstensi Ruangguru didirikan pada tahun lalu dan mempunyai jumlah user lebih dari 1 juta.

“Selama beberapa tahun terakhir, Ruangguru mengembangkan usahanya dengan memanfaatkan dunia digital. Ini selaras dengan program Kartu Prakerja yang salah satu tujuannya juga memberdayakan SDM menghadapai ekonomi digital, ” kata Syafi.

Sementara Belva mengaku tidak ikut dalam pengambilan keputusan apa pun di program Kartu Prakerja. Penentuan mitra dalam program tersebut dikerjakan Kementerian Perekonomian dan Manajemen Pelaksana (PMO) secara independen tanpa intervensi pihak mana pun.

Dia mengaku siiap mundur sebagai Staf Khusus Presiden Joko Widodo jika dianggap menyalahi aturan. “Intinya saya hanya mau kontribusi sebisa saya. Selama ini, semua gaji dan tunjangan saya sumbangkan ke UMKM melalui program CiptaNyata sejak dilantik. Mulai bulan ini dialihkan ke penanganan Corona, ” tulis Belva melalui akun Twitter @AdamasBelva, Rabu (15/4).

Saksikan video menarik berikut ini: