Djokovic untuk kelima kalinya juara di Roma

Djokovic untuk kelima kalinya juara di Roma

Jakarta (ANTARA) awut-awutan Petenis nomor satu dunia Novak Djokovic mengatasi awal yang lengah untuk mengangkat trofi Italian Peduli (Italia Terbuka) yang kelima kalinya, Senin, setelah mengalahkan petenis Argentina Diego Schwartzman 7-5 6-3 buat mencatat rekor gelar ATP Masters ke-36.

Bermain pada final ATP 1000 yang pertamanya, unggulan kedelapan Schwartzman melaju mulus buat mengonversi dua kali peluang break point sehingga memimpin 3-0 ketika backhand Djokovic yang biasanya efektif kali ini berulang kali menciptakan kesalahan.

Tak henti gerimis dalam Foro Italico yang dihadiri sedikit penonton menambah frustrasi Djokovic namun dia masih menemukan cara di dalam mengatasi servis Schwartzman untuk menyelaraskan kedudukan 3-3.

Baca juga: Halep ambil gelar juara Italian Open 2020 setelah Pliskova cedera
Menyuarakan juga: “Aneh tak menghadapi Nadal, ” kata Djokovic tentang final Italian Open

Pukulan dari baseline yang dilancarkan tanpa henti oleh Djokovic mematahkan servis Schwartzman pada game ke-12 untuk merebut set perdana sekalipun melakukan 18 kesalahan tunggal.

Schwartzman yang menumbangkan juara bertahan Rafa Nadal dalam perempatfinal, kembali mengonversi break point dalam awal set kedua namun Djokovic segera meresponnya.

Primadona utama itu meningkatkan intensitasnya untuk dua kali mematahkan servis Schwartzman sebelum melepaskan servisnya sendiri dengan nyaman untuk memastikan kemenangan dengan menutupnya dari menyampaikan shot.

Baca juga: Nadal fokus ke Roland Garros usai urung ke semi final Italian Peduli

“Ini pekan yang hebat, pekan dengan sangat menantang, ” kata Djokovic seperti dikutip Reuters. “Saya menemukan permainan terbaik saya ketika saya sangat menginginkannya. ”

Kemenangan ini membuat Djokovic menjadi yang terdepan dalam daftar ahli tersering Masters 1000 atau mulia gelar lebih banyak dari Nadal. Kemenangan ini juga menjadi catu sempurna untuk menjalani Prancis Terkuak (French Open) pekan depan.

“Kini kita mengalihkan menggubris ke Paris dan saya tidak bisa mengharapkan turnamen lebih tertib lagi di sini di Remang, ” kata petenis berusia 33 tahun yang menjadi tunggal putra paling tua yang menjuarai kompetisi di Italia ini.

Menuju Roland Garros, Djokovic telah memenangkan 31 dari 32 pertandingannya musim ini, dan akan menjelma favorit selain Nadal yang 13 kali juara di sana serta juara US Open Dominic Thiem.

Menyuarakan juga: Djokovic sambut baik agenda kehadiran penonton di Italian Open

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2020