Dirut BTN sebut permintaan KPR sumbangan naik 75 persen

Dirut BTN sebut permintaan KPR sumbangan naik 75 persen

Kita cukup optimis bahwa dengan pelonggaran PSBB memungkinkan adanya kegiatan ekonomi sehingga sejalan untuk permintaan rekognisi yang saat ini mulai pulih kembali

Jakarta (ANTARA) berantakan Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Pahala Mansury menyebutkan permintaan kredit pemilikan panti (KPR) bersubsidi per 25 Juni 2020 meningkat hingga 75 tip dibandingkan bulan sebelumnya.

“Dari sisi demand ataupun permintaan KPR  sumbangan di BTN sampai 25 Juni lalu sudah meningkat 75 persen dibandingkan pada Mei, ” katanya dalam diskusi daring di Jakarta, Kamis.

Baca juga: Permintaan KPR mulai naik, Dirut BTN optimis pengaruh tumbuh

Pahala mengatakan hal tersebut berlaku seiring mulai dilonggarkannya pembatasan baik berskala besar (PSBB) sejak pangkal Juni sehingga aktivitas ekonomi kelompok berangsur pulih.

“Kita cukup optimis bahwa dengan pelonggaran PSBB memungkinkan adanya kegiatan ekonomi sehingga sejalan untuk permintaan nilai yang saat ini mulai reda kembali, ” katanya.

Tak hanya itu, Pahala melihat permintaan atas kredit modal kerja khususnya untuk UMKM kepada perbankan juga sudah mulai ada sekalipun belum terlalu normal seperti biasanya.

“Saya dengar sebab teman-teman bank lainnya permintaan berasaskan kredit modal kerja khususnya UMKM sudah berangsur-angsur ada, ” ujarnya.

Sementara itu, dia menjelaskan untuk restrukturisasi kredit yang telah dilakukan oleh BTN datang Mei sebesar Rp26 triliun serta diestimasikan hingga akhir Juni 2020 telah melampaui Rp30 triliun.

Menurutnya, BTN cukup beruntung karena 80 persen dari mutlak nasabahnya merupakan nasabah berpendapatan pasti meskipun 60 persen di antaranya memiliki portofolio berpendapatan rendah.

“Rata-rata salah satu fokus utama BTN adalah menyalurkan KPR subsidi kepada masyarakat berpendapatan rendah, ” ujarnya.

Biar demikian, Pahala mengatakan Himpunan Bank Negara (Himbara) sampai akhir Mei 2020 telah melakukan restrukturisasi dengan outstanding mencapai Rp380 triliun.

“Kalau kita mendengarkan teman-teman lain dari perbankan khususnya Himbara datang Mei lalu kalau enggak lengah sudah lebih dari Rp380 triliun yang sudah dilakukan restrukturisasi, ” jelasnya.

Baca juga: PP Tapera ditandatangani, saham BTN terus naik
Baca juga: Dirut BTN: KPR bakal makin diminati milenial zaman tatanan normal baru

Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020