BPOM: Vaksin Sinovac memenuhi syarat memiliki label halal

BPOM: Vaksin Sinovac memenuhi syarat memiliki label halal

Jakarta (ANTARA) – Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K Lukito mengatakan vaksin Sinovac memenuhi syarat untuk mendapat label halal.

“Alhamdulillah dari aspek harga dari hasil yang didapatkan inspeksi BPOM, Biofarma dan Majelis Ustaz Indonesia, aspek halalnya bisa disebutkan sudah memenuhi, sudah sesuai bagian obat yang baik, ” prawacana Penny dalam jumpa pers daring, Kamis.

Baca juga: BPOM: Vaksin COVID-19 diproduksi dengan baik

Penny mengatakan bagian kehalalan vaksin telah diperiksa MUI. Sementara itu, Majelis Ulama Indonesia sedang dalam proses membahas soal fatwa vaksin COVID-19 dalam Perhimpunan Nasional MUI yang digelar pada 25-27 November.

Dia mengatakan BPOM terus memantau perkembangan uji coba vaksin Sinovac dengan memasuki uji klinis fase III di Bandung. BPOM mengumpulkan keterangan uji klinis Sinovac yang nantinya dipadukan dengan data dari negeri lain, seperti Brazil.

Baca juga: Terkatung-katung akan terima hampir 5 juta dosis vaksin COVID-19

Untuk itu, tempat mengatakan BPOM belum mengambil kesimpulan sehingga memberikan Otorisasi Penggunaan Kritis (EUA) bagi vaksin COVID-19 walaupun sudah mendapat data aspek kesejahteraan, khasiat dan mutu vaksin. Menetapkan keseksamaan lebih lanjut untuk memberi EUA bagi Sinovac.

BPOM, kata dia, akan langsung memantau perkembangan uji klinis vaksin Sinovac dalam tiga bulan ke depan.

Baca juga: Kapan dan vaksin COVID-19 mana yang kemungkinan luhur tersedia di Asia

“Aspek keamanan bakal terus kita pantau selama 3 bulan, nanti enam bulan penuh ke depan. Kita butuh vaksin yang tidak hanya bermutu dan aman, tapi juga efektif, mempunyai khasiat yang baik, ” katanya.

Lebih lanjut, dia mengatakan BPOM mengumpulkan data perkara bagaimana vaksin Sinovac dapat menunjukkan antibodi ke tubuh manusia jadi seseorang dapat kebal terhadap COVID-19.

Pewarta: Anom Prihantoro
Editor: Heru Dwi Suryatmojo
COPYRIGHT © ANTARA 2020