BKPM: Jawa Barat jadi primadona investasi pada semester I 2020

BKPM: Jawa Barat jadi primadona investasi pada semester I 2020

Pemerintah pusat harus memberikan fasilitas investasi, terutama dari negara asing untuk masuk. Dengan demikian mau mendorong perekonomian daerah dan meminta tenaga kerja

Bandung (ANTARA) – Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Provinsi Jawa Barat (Jabar) menjadi primadona investasi selama paruh pertama tahun 2020 sehingga Gubernur Jabar M Ridwan Kamil berharap pemerintah pusat menganjurkan kemudahan investasi, terutama dari negeri lain untuk masuk ke wilayah tersebut.

“Pemerintah pusat kudu memberikan kemudahan investasi, terutama dari negara lain untuk masuk. Secara demikian akan mendorong perekonomian kawasan dan menyerap tenaga kerja, ” kata Ridwan Kamil, Kamis.

Berdasarkan data BKPM, Daerah Jawa Barat menempati peringkat prima realisasi investasi Penanaman Modal Aneh (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp57, 9 triliun dan investasi tersebut pula berdampak kepada serapan tenaga kegiatan di Jawa Barat.

Baca juga: Ridwan Kamil mau jemput bola kait relokasi investasi dari China

Ridwan Saya memprediksi akan ada 60. 000 lowongan pekerjaan yang hadir sebagai kompensasi hilangnya pekerjaan karena pandemi COVID-19.

Ia mengucapkan hadirnya investasi di Jawa Barat merupakan realisasi dari komitmen investasi yang datang ketika safari usaha tahun lalu ke negara-negara sumber investasi, selain harus secara proaktif untuk menindaklanjuti komitmen yang tersedia.

Ridwan Kamil berharap adanya harmonisasi dan sinkronisasi kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah dalam rangka menarik investasi.

Baca pula: Untuk gaet relokasi investasi, negeri perlu beri insentif fiskal

“Saya yakin kalau ini berhasil, ekonomi dalam Jawa Barat bisa melompat serta kalau bisa meningkat tentu mau mengerek naik pertumbuhan ekonomi nasional, ” kata dia.

Ia menegaskan bahwa menarik investasi asing tidak semudah membalikkan telapak tangan karena Indonesia harus bersama-sama dengan negara-negara lain.

Oleh karenanya perlu kerja sepadan yang solid antara pemerintah was-was dan daerah, misalnya pemerintah was-was memberikan insentif fiskal, sedangkan negeri daerah memberikan kemudahan seperti tanah dan tenaga kerja. Dengan begitu investasi yang masuk akan memerosokkan perekonomian dan menyerap banyak gaya kerja.

Ridwan Sempurna mengaku ada beberapa wilayah pada Jawa Barat yang juga turut menjadi tujuan investasi asing, kurun lain Karawang, Cikarang, dan Bekasi.

Membaca juga: Jawa Barat paling diminati investor asing dalam lima tarikh terakhir

“Target Jabar untuk investasi menyelap tahun ini adalah sebesar Rp107 triliun untuk seluruh tahun 2020. Untuk memenuhi target itu, awak akan melakukan strategi jemput bola ke investor dari negara-negara lain, ” katanya.

Sementara itu Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia mengapresiasi upaya pemerintah Jawa Barat dalam menjemput investasi untuk mampu direalisasikan di daerahnya.

“Komitmen Pemprov Jawa Barat di bawah nahkoda Kang Emil investasi itu penting. Pemimpin pro investasi adalah pemimpin masa sekarang & masa depan, ” katanya.

Baca serupa: Bahlil: Pemerintah tidak pilih-pilih investasi, yang penting masuk

Pewarta: Ajat Sudrajat
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020